Gagal Saksikan Gerhana ‘Blood Moon’, Masyarakat Kecewa

gerhana-bulan1

Gerhana bulan langka gagal disaksikan di sejumlah wilayah karena terhalang awan akibat hujan.

BeritaPrima, Bandung - Sejumlah pecinta astronomi dari Himpunan Astronomi Amatir Semarang (HAAS), melakukan pengamatan atas fenomena gerhana bulan total ‘blood moon‘ di atas Taman Tabanas, Semarang, Jawa Tengah. Mereka berkumpul di atas lapangan yang terletak di dataran tinggi Gombel, Semarang, untuk melihat detik-detik terjadinya gerhana bulan sejak pukul 17.00 WIB.

Namun, mereka gagal mengamati puncak gerhana bulan yang berlangsung hanya enam menit karena langit tertutup awan.

Puncak gerhana yang terjadi dari pukul 19.00 WIB hingga 19.06 WIB tidak dapat dilihat meski mereka sudah mengamati bulan dengan menggunakan teropong.

“Kita jadi gagal melihat warna merah darah dari gerhana bulan. Dengan teropong saja tidak bisa terlihat apalagi dengan mata telanjang,” kata Dwi Lestari, koordinator HAAS, Sabtu (4/4/2015).

Menjelang puncak gerhana bulan, sebenarnya awan di langit Kota Semarang terlihat cerah. Namun, begitu memasuki puncak gerhana, awan berlahan-lahan menutupi bulan sehingga gerhana tidak dapat terlihat meski menggunakan alat bantu.

Menurut Dwi Lestari, fenomena gerhana bulan total apalagi disertai dengan warna merah terang seperti darah (blood moon) merupakan fenomena langka. “Ini langka, ini bisa terjadi gerhana total lagi sampai 2018. Jadi tiga tiga tahun lagi kita baru bisa melihat gerhana bulan total lagi,” imbuhnya

Kekecewaan yang sama juga dirasakan warga Bandung yang sengaja datang berkumpul ai Alun-Alun Kota Bandung untuk melihat gerhana bulan, menggunakan teropong yang telah disiapkan oleh Tim Observasi dari Bosca. Tetapi sayang, gerhana yang ditunggu-tunggu itu ternyata tak bisa disaksikan karena turun hujan deras sejak siang hari.

Petugas Observarium Bosca, Evan Iriawan Akbar menerangkan bahwa gerhana bulan total kali ini seharusnya dapat dilihat jelas masyarakat jika tidak turun hujan. Gerhana bulan total bisa dilihat kembali di wilayah Indonesia pada 2018 mendatang dan untuk saat ini gerhana yang akan terlihat dalam waktu terdekat yakni gerhana matahari pada 9 Maret 2016 mendatang.

Evan menambahkan, jika gerhana bulan terlihat dengan jelas, dapat melihat kondisi tingkat polusi di bumi dari warna kecerahan yakni merah. Semakin merah maka pplusi di bumi dinilai bagus, namun jika sebaliknya berwarna gelap, maka tingkat polusi di bumi sangat tinggi. (feb)

(Visited 81 times, 1 visits today)
Kategori: Alam

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*