Hamparan Batu Kaca Indah di Pantai Glass Beach
BeritaPrima, California - Sudahkah Anda yang pernah ke California? Jika sudah, pernah kah Anda mengunjungi pantai kacanya? Ya kaca, di Pantai ini pasirnya bukan lah pasir yang seperti kita selalu lihat di indonesia. Melainkan semua nya adalah kaca-kaca. Namun jangan takut, kaca ini tak tajam, jadi jangan khawatir kaki anda akan luka luka ketika mengunjungi pantai ini.
Bagaikan berubah wujud dari seekor itik buruk rupa menjadi seekor angsa yang indah. Pantai ini awal nya tidaklah seindah yang sekarang. Dulu pantai ini menjadi tempat pembuangan limbah-limbah rumah tangga dan juga termasuk limbah limbah botol kaca. Walaupun pantai, dulu keadaan pantai ini sangat jauh dari kesan indah dan jauh dari gambaran pantai pada umumnya. Banyak sekali tumpukan sampah disana-sini, mulai dari sampah makanan, restoran, barang barang bekas dan bahkan juga banyak sekali sampah yang berasal dari mobil bekas.
Saat itu masih tahun 1949, namun sudah di hentikan sejak tahun 1960-an. Setelah itu pemerintah kota setempat memutuskan melarang para masyarakat untuk membuat sampah mereka lagi di pantai tersebut. Dan mulai saat itu di mulailah upaya pembersihan Glass Beach ini.
Namun tentu saja tidak semua sampah bisa di bersihkan dengan sempurna. Jenis sampah seperti kaca-kaca masih tersisa di sana. Namun, karena adanya proses alami seperti terserus air ombak dan juga air laut. Merubah wujud semua sampah kaca-kaca tersebut. Kaca yang pada awal nya tajam dan berbahaya bagi siapa saja yang datang ke pantai tersebut, berubah menjadi lebih tumpul. Bahkan bentuk nya pun kini lebih menyerupai batu batuan biasa.
Namun beda nya, batu-batuan yang terbentuk dari kaca nya ini terlihat jauh lebih indah di bandingkan dengan batu batu gelap dan biasa lain nya. Warna nya pun beraneka ragam, ada yang berwarna hijau, merah, kuning atau pun bening.
Dan kini, Glass Beach telah masuk sebagai salah satu bagian dari Taman Nasional MacKerricher, California, Amerika Serikat. Namun sayang nya keberadaan pantai kaca nan indah ini pun sedang terancam. Karena banyak sekali pengunjung pantai yang datang namun ikut memungiti batu batu hasil olahan alam ini. Dan mereka para pengunjung memungut batu batu kaca ini sebagai cinderamata atau oleh-oleh untuk di bawa pulang.
(Dimas Wahyu)


