Arif menambahkan, peningkatan kinerja cargo Garuda merupakan salah satu hasil dari strategi fokus pada kargo yang dimulai awal tahun 2016 lalu.
Arif menekankan, meski industri penerbangan di Asia-Pasifik mengalami persaingan ketat dan mempengaruhi penerbangan domestik maupun internasional, posisi Garuda Indonesia pada periode saat ini mencatatkan market share sebesar 40,5 persen untuk pasar domestik, sementara market share untuk pasar internasional mencapai 26,5 persen.
“Dinamika saat ini merupakan bagian dari tahapan investasi yang dilakukan sebelumnya, namun masih tetap dalam koridor yang diperhitungkan secara terukur,” ujarnya.
Arif menambahkan, pembelian pesawat baik untuk Garuda Indonesia dan Citilink pada tahun-tahun sebelumnya, merupakan bagian dari strategi bisnis peremajaan pesawat untuk jangka panjang.
“Manajemen sudah memprediksi dengan matang sebagai upaya meningkatkan daya saing Garuda Indonesia Group untuk bisa menjadi global player,” pungkas Arif. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta