BeritaPrima.com - Proses pemakaman petinju legendaris Amerika Serikat, Muhammad Ali akan dihadiri 25 ribu pelayat. Berdasarkan pantauan, Jumat, 10 Juni 2016, di Louisville, Kentucky, AS, sejumlah tokoh dunia hadir, salah satunya, calon Presiden AS, Donald Trump.
Selanjutnya, Presiden Turki Reccep Tayyip Erdogan, Raja Yordania Raja Abdullah, mantan Presiden AS Bill Clinton. Lalu, Ketua Badan Hak Asasi Manusia AS, Pendeta Jesse Jackson, penyanyi Yusuf Islam (yang dulu dikenal dengan Cat Stevens), sampai promotor legendaris tinju dunia, Don King.
Sementara pengusung peti jenazah Muhammad Ali juga berasal dari kalangan pesohor. Yakni mantan petinju Mike Tyson dan Lennox Lewis serta aktor kawakan Will Smith.
Kepergian sosok besar seperti Muhammad Ali membuat masyarakat dari berbagai kalangan merasa kehilangan. Mulai dari warga biasa, bahkan sampai mantan presiden Amerika Serikat.
Mobil jenazah berisi peti jenazah Muhammad Ali berangkat mengelilingi Louisville, Kentucky, AS, dari Rumah Duka Sons Funeral. Dari pantauan, Jumat, 10 Juni 2016, terlihat Mike Tyson, Lenox Lewis dan Will Smith terlihat mengusung peti mati Ali ke mobil jenazah merek Cadillac berwarna hitam dengan pelat nomor A.D.Porter.
Di depan rumah duka sudah berbaris warga Louisville menutup jalan untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus menyaksikan iring-iringan jenazah. Pemandangan serupa dijumpai di sepanjang jalan yang dilalui iring-iringan mobil jenazah menuju pemakaman.
Mereka serempak meneriakkan, “Ali…Ali…Ali!!” sembari berbaris di pinggir jalan. Tak sedikit juga diantaranya yang menyempatkan diri menyentuh mobil jenazah, atau melempar bunga sebagai tanda cinta mereka yang besar terhadap Ali.
Timothy Gianotti, seorang cendekiawan Islam yang bekerja selama bertahun-tahun dengan keluarga Muhammad Ali, mengaku ikut membantu merencanakan acara pengajian tradisional Muslim.
Meski menggunakan proses pemakaman Muslim, keluarga Ali sudah mempersiapkan selama 10 tahun agar prosesi tersebut juga bisa beradaptasi dengan kultur Barat.
Pencetus sekolah kesenian Muslim Zaytuna College di Berkeley, Imam Zaid Shakir, memimpin penghormatan tersebut. “Allahu Akbar” dikumandangkan Imam Shakir berkali-kali di depan peti jenazah Ali yang dibalut kain hitam dan emas. (aud)
BeritaPrima.com Bicara Fakta