Kejutan Awal 2015 Di Ajang Premier League
BeritaPrima - Pucuk papan klasemen Premier League saat ini begitu menarik memasuki awal 2015 ini. Chelsea dan Manchester City sama-sama mengoleksi poin dan selisih gol yang sama.
Pada pertandingan yang berlangsung hari Kamis kemarin, 1 Januari 2015, Chelsea akhirnya mendapat pesaing terdekat di puncak klasemen usai menelan kekalahan 3-5 di markas Tottenham Hotspur.
Pasalnya beberapa jam sebelumnya, ManCity sukses meraih kemenangan tipis 3-2 atas Sunderland di Etihad Stadium. Gol-gol Yaya Toure, Stevan Jovetic, dan Frank Lampard memastikan The Citizens sejajar dengan Chelsea.
Hasil dua imbang dan dua kekalahan dalam 10 laga terakhir yang diraih Chelsea memberikan keuntungan untuk Mancity, yang berhasil menang delapan kali dan dua kali imbang dalam 10 laga terakhir.
“Pada akhir musim, kami akan melihat siapa yang punya poin lebih. Ini bukan untuk memberikan tekanan untuk Chelsea. Kami hanya ingin memenangkan pertandingan kami,” ucap pelatih ManCity, Manuel Pellegrini, usai pertandingan.
Nyatanya, kemenangan ManCity membuat Chelsea sedikit kesulitan di kandang Tottenham. Apalagi Harry Kane cs tampil bak kesetanan usai kebobolan lebih dulu oleh Diego Costa.
Bek Chelsea, John Terry pun mengakui kebangkitan ManCity di papan klasemen mengejutkan sejumlah besar pemain Chelsea.
“Sangat menderita melihat mereka mampu bangkit. Kami sempat unggul 8 poin dan sekarang memiliki poin yang sama,” kata John Terry dilansir Soccerway.
“Sungguh sangat mengecewakan kami gagal terus memimpin. Tapi, kami tegaskan tetap kompak di kamar ganti dan semoga dapat kembali memimpin. Kami sangat kecewa memulai tahun baru dengan sebuah kekalahan. Tapi, kami akan bangkit,” lanjut JT.
Saat kubu Chelsea terguncang, kemenangan kubu tuan rumah di White Hart Lane tentu saja menjadi kabar gembira bagi ManCity. Tiga poin krusial membuka kembali persaingan perebutan gelar di setengah paruh musim terakhir.
Selain puncak klasemen, zona empat besar juga masih begitu panas. Jarak antara lima klub yang bersaing begitu dekat, hanya lima poin saja. Manchester United masih duduki peringkat tiga (37) diikuti oleh Southampton (36).
Tottenham (34), Arsenal (33), dan West Ham (32) membuntuti dengan selisih poin yang tidak begitu signifikan. Satu tim terpeleset akan jadi keuntungan bagi tim lain.
Hal itu diraih oleh MU dan Arsenal tengah pekan kemarin. Tim asuhan Louis Van Gaal dipaksa bermain imbang 1-1 di markas Stoke City, sedangkan Arsene Wenger cemberut karena timnya tumbang 0-2 oleh Southampton.
Bagi MU hasil imbang ini adalah kali kedua secara beruntun. Melihat dari jalannya pertandingan, Van Gaal pun mengakui kalau MU hanya pantas bawa pulang satu poin karena Stoke tampil lebih berbahaya.
“Kami seharusnya bermain lebih baik dari ini,” kata Van Gaal dilansir Skysports. “Di babak kedua, kami bermain lebih baik tapi tidak menciptakan banyak peluang. Beberapa umpan silang yang kami lancarkan juga tidak cukup bagus. Biasanya, para pemain bermain lebih baik dari ini.”
Sedangkan faktor keberuntungan lebih menjadi alasan Wenger melihat kekalahan yang dituai Arsenal di Saint Mary Stadium. Meski mengontrol pertandingan, gol pertama Soton yang dicetak Sadio Mane pada menit 34 merusak permainan Arsenal.
Lebih parah lagi, alam catatan Soccerway, Arsenal mencetak enam peluang dari 18 usaha yang diciptakan. Namun tak ada yang berhasil dikonversi menjadi gol.
“Ketika Anda tertinggal 0-1 di Premier League, semua orang akan berusaha untuk bertahan dengan baik dan mereka melakukannya dengan baik. Kami memiliki peluang hari ini, tetapi kami sedikit tidak beruntung,” kata pelatih asal Prancis ini.
“Kami harus belajar untuk menang dalam jenis pertandingan seperti ini. Kami akan memberikan kemampuan terbaik kami dan kami harus lebih konsisten,” sambungnya.
Selain kekalahan Chelsea dari Tottenham dan keberhasilan ManCity mengejar poin di papan klasemen, satu lagi hal yang menjadi buah bibir pada awal tahun 2015 ini adalah keputusan Steven Gerrard untuk hengkang dari Liverpool akhir tahun nanti.
Usai dua golnya gagal berbuah kemenangan atas Leicester City, berkesudahan 2-2, Gerrard membuat keputusan mengejutkan namun sudah bisa diprediksi tersebut.
Surat kabar seantero Inggris langsung heboh dengan memasang kabar tersebut sebagai tajuk utama. Gerrard disebut-sebut akan melanjutkan karir di Major League Soccer (Liga Amerika Serikat) bersama Los Angeles Galaxy.
“Ini menjadi salah satu keputusan tersulit dalam hidup saya. Saya sangat gelisah saat mengambil keputusan ini (meninggalkan Liverpool),” kata Gerrard seperti dilansir dari situs resmi Liverpool.
Namun, Gerrard belum angkat bicara terkait klub mana yang akan dia tuju. “Saya mengambil keputusan ini agar manajer dan tim tidak terganggu dengan spekulasi masa depan saya,” jelas gelandang 34 tahun tersebut.
Tak lagi menjadi pemain Liverpool di musim depan, bukan berarti Gerrard lupa dengan klub yang telah membesarkan namanya itu. “The Superman” berharap bisa menjadi “pelayan” The Reds di masa mendatang.
“Ini adalah tempat paling spesial dalam hidup saya. Harapan dan impian saya adalah bisa melayani Liverpool lagi dengan kapasitas apa pun di masa depan,” ujarnya.
“Sangat membanggakan bisa melayani kalian (suporter) sebagai pemain dan kapten. Saya akan menampilkan yang terbaik di sisa pertandingan musim ini,” sambung dia.
Awal tahun 2015 menjadi awal yang baru bagi Premier League. Selain persiangan yang semakin sengit di puncak klasemen, kabar mundur Gerrard juga akan memberikan warna baru selama setengah musim terakhir nanti. Yang pasti, selamat menikmati serunya tahun 2015 ini. (feb)

