Mengenang Tragedi Munich 1958
BeritaPrima, Munich – Hari ini pada tahun 1958 terjadi sebuah kecelakaan paling memilukan dalam dunia olahraga, sepakbola khususnya. Peristiwa ini dikenal dengan The Munich Air Disaster atau Tragedi udara di Munich. Kecelakaan ini menimpa sebuah pesawat British European Airways flight 609 yang mengangkut “Busby Babes” yang mengarah pada julukan Mancheseter United pada saat itu.
Pesawat ini mengangkut para pemain Manchester United termasuk para pendukungnya dan para jurnalis. 20 dari total 44 penumpang di pesawat ini tewas dalam kecelakaan ini. Para korban yang terluka ataupun yang tak sadarkan diri dibawa ke rumah sakit Recht der Isar Hospital di kota Munich atau yang kita kenal sebagai Muenchen pada masa ini. setelah di rumah sakit, jumlah korban tewas bertambah 3 lagi. Dan yang berhasil selamat atau bertahan hidup sebanyak 21 orang.
Penerbangan ini sedang dalam perjalan pulang tujuan ke Manchester, setalah MU bertanding di Belgrade, Yugoslavia (Saat ini Slovakia) yang akan singgah di kota Munich untuk mengisi bahan bakar.
Tim Manchester United yang mengalami kecelakaan ini terbilang sedang memasuki kejayaaanya pada periode 1950-an. Tercatat Manchester United saat itu adalah pemegang titel jura Liga Inggris yang dimulai pada musim kompetisi 1951/52, 1955/56, 1956/1957 sebelum akhirnya kecelakaan ini “mengakhiri” kejayaan Mancheseter United. Sebelum kecelakaan ini Manchester United sudah lama tidak menjadi kampiun Liga Inggris, karena mereka baru menjuarai Liga Inggris 2 kali pada musim 1907/08, dan 1910/11.
Manchester United memulai kejayaannya ini ketika mereka dilatih oleh Sir Matt Busby. Pencapaian prestasinya selama melatih Manchester United sangatlah fantastis. Dan masuk sebagai salah satu The Greatest Manchester United Manager. Prestasinya hanya mampu disamakan dan dilewati oleh Manager asal Skotlandia lainnya, Sir Alex Ferguson.
Busby Babes yang menjadi julukan Manchester United mengacu pada skuat MU yang memainkan pemain muda. Filosofi inilah yang saat itu sedang di jalankan oleh Sir Mat Busby. Saat itu, semua orang di Eropa sedang membicarakan kemungkinan skuat Manchester United ini akan menjadi yang terhebat sepanjang masa. Mayoritas pemain MU saat itu didominasi pemain-pemain berumur 21 tahun. Jadi pemain-pemain ini memiliki waktu yang panjang sebelum pension untuk memberikan prestasi bagi MU.
Sayangnya, kecelakaan ini memupuskan harapan publik Manchester atau bahkan Inggris untuk melihat mereka mempunyai sebuah tim yang bisa berekspansi ke Eropa setelah berhasil menguasi sepakbola Inggris. Mungkin jika tidak pernah ada peristiwa ini, Manchester United sudah menjadi penguasa Inggris sepakbola melampaui prestasi mereka sendiri saat ini yang sudah menjuarai Liga Inggris sebanyak 20 kali. Tapi sayangnya tidak pernah ada teori “jika” dalam sejarah.
(Muhammad Robbani)

