Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Selasa , 16 Agustus 2016
dprdsumut

Terlalu! Untuk Konsultasi Pengganti Wagub Saja, DPRD Sumut Habis Rp600 Juta

BeritaPrima.com, Medan - Panitia khusus (pansus) pengisian kekosongan jabatan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) yang dibentuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dinilai telah menghamburkan uang rakyat.

Kiritikan pun muncul dari institusi DPRD Sumut itu sendiri. Salah satu anggota DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan, menyesalkan fungsi pansus pengisian Wagub Sumut untuk pendamping Gubernur Sumut, Tengku Erry, yang dibentuk melalui paripurna beberapa waktu lalu.

Dia menganggap, pansus tersebut hanya berfungsi untuk berkonsultasi dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo terkait pengisian Wagub Sumut yang saat ini tengah kosong.

Bahkan menurutnya, untuk kegiatan konsultasi saja, negara harus mengalokasikan anggaran sekira Rp600 juta untuk dua kali kegiatan konsultasi Pansus Wagub Sumut ke Jakarta.

Alokasi anggaran untuk kunjungan kerja Pansus, yakni Rp75 juta untuk biaya transportasi menggunakan pesawat ke Jakarta. Sedangkan untuk total dua kali kunjungan kerja nilainya sekira Rp600 juta.

“Uang harian Rp1,6 juta per hari. Jadi anggaran sangat besar tiap kunjungan, bisa sampai Rp300 juta sekali jalan. Ini sudah kunjungan kedua. Kunjungan itu hanya menghamburkan uang rakyat saja,” ujar Sutrisno, Sabtu (13/8/2016).

Sekretaris Komisi C DPRD Sumut ini juga mengingatkan kepada Pansus Wagub Sumut untuk tidak membuat wacana-wacana yang malah membuat persoalan semakin rumit.

“Katanya tujuan pansus supaya proses semakin cepat. Apa buktinya? Enggak ada. Malahan kemarin baru pergi konsultasi lagi dengan Mendagri. Jadi, pansus dibentuk tujuannya untuk konsultasi. Kalau publik mengetahui hal ini, bisa gawat. Ngapain jauh-jauh pergi konsultasi ke Jakarta. Ada kantor perwakilan di Sumut,” jelasnya.

Dia juga menyarankan agar pansus mensosialisasikan perkembangannya ke publik. “Harusnya pansus bisa umumkan kepastian ke publik sudah sampai di mana tahapannya dan infokan kapan jadwal pengumuman Wagub Sumut, agar publik tidak bertanya-tanya,” terang Sutrisno. (bar)

Pencet 'SUKA' untuk ikuti berita kami di Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *