BeritaPrima.com, Sabah – Penculikan kembali menimpa seorang warga negara Indonesia (WNI) di wilayah perairan Sabah, Malaysia. Penculikan tersebut kali ini menimpa seorang kapten kapal berbendara Malaysia bernama Herman Manggak (30).
|
Berita Terkait
|
Kronologi penculikan ini sendiri bermula ketika Herman bersama dua anak buah kapal (ABK), berkewarganegaraan Malaysia dan Indonesia, sedang berlayar di perairan Sabah pada Rabu 3 Agustus 2016. Kapal penangkap udang tersebut dikabarkan berlayar di perairan Sabah saat hendak kembali ke wilayah Sandakan.
Mendadak pada sekira pukul 16.00 waktu setempat, empat pria bersenjatakan senapan laras panjang M-16 menghadang kapal penangkap udang tersebut. Sebagaimana dikutip dari The Star, Minggu (7/8/2016) para pelaku menggunakan baju seperti militer dan berbicara dalam bahasa Melayu dengan logat asing.
Para pelaku lalu membawa kapten beserta kapal berbendara Malaysia tersebut ke pulau terdekat sebelum berpindah ke pulau yang lainnya. Dilaporkan, setelah berlayar selama 12 jam, pelaku melepaskan dua ABK tersebut pada Kamis 4 Agustus pagi.
Ketika sudah bebas, para ABK tersebut langsung berusaha melaporkan insiden penculikan tersebut pada pihak berwajib. Dilaporkan, barulah pada Jumat 5 Agustus 2016, para ABK melaporkan insiden tersebut serta tuntutan dari para penculik sebagai biaya pembebasan Herman. Kemlu RI sendiri baru mendapat informasi penculikan ini di hari yang sama. (aud)
BeritaPrima.com Bicara Fakta