BeritaPrima.com – Publik Nikaragua, terlebih pihak oposisi dan para simpatisannya, khawatir akan berdirinya “dinasti” rezim Presiden Daniel Ortega untuk bertahun-tahun lamanya, jika Ortega kembali terpilih pada pemilihan umum (pemilu) tahun ini.
Apalagi, Presiden Ortega dengan sokongan kuat Partai FSLN atau Front Nasional Pembebasan Sandinista, sudah menjatuhkan pilihan Calon Wakil Presiden (Cawapres) kepada istrinya sendiri, Rosario Murillo.
Sang ibu negara akan dijadikan incumbent Presiden Ortega, sebagai pasangannya untuk melanjutkan periode ketiga rezimnya, pada Pemilu 6 November mendatang.
“Saya selalu berpikir bahwa rencana Ortega adalah menjamin suksesi keluarganya, seandainya dia tidak lagi berkuasa dan ini (pemilihan istri sebagai Cawapres) adalah buktinya,” ungkap eks anggota Kongres Nikaragua dari pihak oposisi Partai Liberal, Eliseo Núñez, dikutip The Gazette, Rabu (3/8/2016).
Ortega sendiri akan kembali maju di Pemilu tahun ini untuk memperpanjang rezim di periode ketiga. Sebelumnya, Ortega memimpin Junta Rekonstruksi Nasional sejak 1979 dan menjabat Presiden Nikaragua pada periode pertamanya, 1985-1990.
Namun kelanjutan periode rezim Ortega sempat tertunda, lantaran dia kalah oleh Violeta Chamorro untuk periode masa jabatan 1990-1997. Ortega baru kembali maju dan menang pada Pemilu 2006, serta kembali menang pada Pemilu 2011. (aud)
BeritaPrima.com Bicara Fakta