10 Rampok Bawa Kabur Mobil Dan Uang Rp75 Juta - BeritaPrima.com
Jumat , 11 November 2016
ilustrasi-perampokan

10 Rampok Bawa Kabur Mobil Dan Uang Rp75 Juta

BeritaPrima.com, Medan – Eko Sutrisno (43), warga Jalan Batangkusi, Tanjung Morawa, Deli Serdang, jadi korban perampokan oleh sepuluh pria yang mengendarai dua unit mobil di kawasan Jalan Perhubungan Desa, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, pada Minggu 4 September 2016 malam.

Akibat peristiwa itu, uang tunai milik korban sejumlah Rp75 juta, beserta satu unit mobil Nissan Juke bernomor BK 1731 IY warna Hitam miliknya raib dibawa lari pelaku. Tak hanya kehilangan harta benda, korban juga sempat dianiaya pelaku.

“Tadi saya sudah ke Polsek Percut Sei Tuan untuk melaporkan perampokan yang menimpa saya. Tapi, ada yang bilang kalau saya harus bawa surat dari leasing mobil saya. Makanya saya balik lagi. Besok setelah siap, rencananya baru saya laporkan. Sekalian saya masih mencari keberadaan mobil saya,” kata Eko di Mapolsek Percut Sei Tuan, Senin (5/9/2016).

Ia mengungkapkan, aksi perampokan itu terjadi saat korban berada di kawasan Jalan Perhubungan, Desa Laut Dendang. Malam itu, korban rencananya bertemu rekan bisnis di kawasan Jalan Cemara, Desa Sampai, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Begitu melintas di Jalan Perhubungan, tepat di depan Gang Badut, korban mendapat telefon dari rekan bisnisnya dan menyatakan kalau pertemuan batal terjadi malam itu. Selanjutnya, korban akhirnya memutar balik arah mobilnya untuk kembali pulang ke kawasan Tanjung Morawa.

Belum lagi sampai ke tempat tujuan, seorang pria yang mengendarai mobil Innova warna hitam menegurnya dan menghentikan laju kendaraan korban. Sejurus kemudian, datang lagi pengendara mobil Avanza menghampiri korban hingga antara korban dan pelaku terlibat percakapan yang diduga untuk mengalihkan perhatian korban.

“Pas saya mau balik arah menuju pulang, aku ditegur sama pelakunya dengan meneriaki aku. Lalu mobil pelaku menghampiri aku dan mengajakku berdialog sehingga aku turun. Enggak lama, datang satu mobil lagi dan semua jumlah mereka sekitar 10 orang. Beberapa di antaranya mengajak aku ngobrol, tapi aku enggak kenal siapa mereka,” ucap korban.

Belum lagi menanyakan pasti siapa gerangan yang menghampirinya, korban terkejut melihat mobilnya bergerak sendiri dan melaju kencang. Saat itu, korban spontan berlari berupaya mengejarnya dan meninggalkan beberapa dari pelaku yang sempat mengajaknya ngobrol.

“Karena diajak ngobrol beberapa orang dari mereka, saya turunlah dari mobil dan berbicara ke tepi jalan. Posisinya, mobilku itu hidup dan kunci masih ku pegang, soalnya berjarak beberapa meter, mobil jenis itu bisa hidup mesin walau kuncinya ku bawa. Terus, salah satu pelaku masuk dan membawa larinya,” terangnya.

Upaya korban mempertahankan mobilnya beserta harta benda yang ada di dalam mobil sirna. Pasalnya, salah satu pelaku menghalangi dan sempat memukul kepala korban sebelum kabur.

“Sewaktu ku kejar, yang di dalam mobilku itu sempat memukul kepala saya. Sudah teriak ‘rampok’ juga, dan masyarakat sempat ramai, tapi pelakunya sudah keburu kabur. Malam itu juga saya langsung telfon kawan dan keluarga untuk menjemput pulang dan berusaha mencari para pelaku,” ucapnya.

Ia menyatakan tak mengenali para pelaku. Korban juga menduga, jika para pelaku sudah menguntit korban sepanjang perjalanan.

“Padahal mobil itu sudah saya cicil sekira dua tahun dari jangka tiga tahun. Lagian saya enggak kenal dengan para pelakunya. Biar kita serahkan saja kepada pihak kepolisian, setelah saya laporkan,” tutur korban.

Setelah menerima laporan dari korban, polisi masih memeriksa saksi dan kelengkapan administrasi korban guna proses lebih lanjut. (dik)

Pencet 'SUKA' untuk ikuti berita kami di Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sahibinden oto ekspertiz boyasız göçük düzeltme doğal parfüm web tasarım ferforje