Ahok: Saya Memang Sengaja Cari Gara-Gara Dengan BPK

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
BeritaPrima, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku sengaja mencari masalah dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar BPK mengawasi anak buahnya di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
“Saya memang sengaja cari gara-gara dengan BPK, biar mereka incar kalian habis-habisan sekarang, bukan incar saya,” kata Ahok di Balai Agung, Balai Kota, Jakarta, Jumat (10/7/2015).
Suami Veronica Tan tersebut berharap, agar pejabat tidak melakukan perbuatan curang seperti korupsi uang negara. Ahok mengaku, dirinya pernah menjadi sasaran kemarahan warga setiap kali ada masalah. Ia selalu menyempatkan diri melihat komentar-komentar terkait kinerjanya sebagai gubernur di sosial media.
“Lebih baik tidak ada orang kerja daripada kita dibohongin terus. Capek juga, ‘iya-iya’, tapi tidak dikerjakan. Banyak yang maki-maki saya. Omdo (omong doang -red) doang lah, Pencitraan lah. Saya baca itu,” kata Ahok.
Mantan Bupati Belitung Timur itu mengatakan, dirinya tidak ingin ada pejabat yang menyepelekan tugasnya sebagai pelayan masyarakat. Ia mengaku kesal jika menemukan pejabat yang tidak nurut jika diperintah. “Banyak masalah di DKI yang sudah saya pikirkan, sudah saya perintahkan ke dinas tapi perintahnya diabaikan begitu saja,” terangnya.
Untuk menjaga komitmen agar selalu berkinerja baik, 66 Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) Provinsi DKI Jakarta menandatangani surat perjanjian akan berkinerja baik di hadapan Ahok.
“Saya mau kinerja yang baik. Saya kira bapak dan ibu sudah tahu kebijakan di DKI. Kami tidak mau lagi, ada mark-up apalagi fiktif,” ungkapnya.
Ahok berharap 66 orang pejabat ini tidak menyepelekan tugas dan berbuat curang dengan segala bentuk praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
“Semoga kalian bisa bekerja sesuai dengan ritme yang saya inginkan. Tidak ada waktu santai untuk melayani penduduk Jakarta yang jumlahnya mencapai 10 juta penduduk,” tutupnya. (feb)

