Ahok Tantang BPK Buka Rekaman Video Pemeriksaan
BeritaPrima.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menantang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk membuka rekaman video wawancara yang dilakukan kemarin. Hal itu, kata dia, untuk membuktikan bahwa BPK bersih dan dugaannya bahwa pemeriksaan yang sarat tendensius adalah salah.
“Makanya, saya tantang BPK nih Pak Yudi. Saya pura-pura baik saja sama dia,” kata Ahok di Balai Kota, Selasa (24/11/2015).
“Kalau saya mau curang, apakah saya berani semua rapat saya upload ke YouTube, berani enggak? Kalau kita ada niat jelek nih, semua kamu tanya saja apa, semua ada di YouTube,” lanjut Ahok.
Ia menerangkan, dalam pemeriksaan yang dilakukan kemarin, pihak BPK melarang melakukan perekaman proses pemeriksaan. Padahal dengan keterbukaan publik dapat memberikan penilaian secara langsung kepada dirinya atau pun kepada BPK.
“Mereka juga pengen tidak ada video lho waktu melarang saya di dalam. Saya paksain kan, sampai yang di luar ngotot cari peraturan yang enggak jelas juga,” tegasnya.
Meskipun demikian ia tetap bersikap kooperatif agar tidak menjadi bumerang bagi dirinya. Karena jika dirinya bersikap tidak kooperatif, nantinya BPK mempidanakan dirinya, kemudian dengan begitu dirinya bisa dicopot dari jabatan saat ini.
“Kalau saya menolak diperiksa, BPK akan menafsirkan saya tidak koorperatif. Dia (BPK) bisa pidanakan saya, loh. Kalo (saya) dipidana, (nantinya) DPRD akan memecat saya,” pungkasnya. (feb)



