Sebagai contoh, kata dia, di daerah luar Pulau Jawa, seperti Kalimantan dan Sulawesi. Di sana, penjualan motor bebek tergolong seksi, karena kebutuhan masyarakatnya, untuk perkebunan dan lain sebagainya. Apalagi, motor bebek dianggap cukup tepat untuk digunakan di kondisi jalanan di sana.
“Meski secara nasional (penjualan) kecil, tapi kami juga harus melakukan pergerakan. Mesti ada produk baru, setidaknya menyegarkan (pasar motor bebek). Karena dengan begitu, diharapkan memicu daya beli masyarakat terhadap model itu (bebek),” katanya.
Dari diagram penjualan yang dicatat Honda, penjualan motor bebek secara nasional memang terus bergerak ‘terjun’. Maka itu, AHM berharap, dengan produk bebek baru dengan kapasitas mesin 150cc yang lahir dari keluarga Supra itu dapat menjadi salah satu kontributor aktif penjualan motor mereka ke depan.
“Kami targetkan penjualan sekira 8.000 unit per tahun,” kata dia. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta