BeritaPrima.com – Presiden Suriah Bashar al Assad angkat bicara mengenai “pembersihan” yang dilakukan Presiden Recep Tayyip Erdogan terhadap puluhan ribu hakim, jurnalis, pegawai sipil, dan akademisi di Turki menyusul upaya kudeta yang gagal pekan lalu.
|
Berita Terkait
|
Assad mengatakan bahwa Erdogan telah memanfaatkan upaya kudeta tersebut untuk menjalankan kebijakan ekstremisnya di Turki.
“Bagaimana mungkin universitas, hakim, dan tokoh publik terlibat dalam kudeta negara?” kata Assad.
“Setelah terjadinya usaha kudeta, otoritas Turki telah melakukan penangkapan yang belum pernah dilakukan sebelumnya terhadap individu yang diduga terlibat termasuk gubernur, jaksa, pejabat intelijen, hakim dan personel militer. Pemecatan dilakukan bahkan sebelum penyelidikan selesai dilakukan,” kata Assad dalam wawancara dengan Prensa Latina sebagaimana dikutip Sputnik,” Jumat, (22/7/2016).
“Dia (Erdogan) hanya menggunakan kudeta ini untuk menjalankan program ekstremisnya. Program Ikhwanul Muslimin (IM) di dalam Turki, yang berbahaya tidak hanya bagi Turki dan tetangga-tetangganya tapi juga bagi Suriah,” tegasnya lagi.
Pasca upaya kudeta Turki yang menewaskan sedikitnya 240 orang tersebut, otoritas Turki dilaporkan telah memecat lebih dari 50 ribu orang, termasuk personel militer, kepolisian, dan hakim, serta menangkap ribuan orang yang diduga terkait kudeta.
Tidak hanya itu, pemerintah juga melarang para akademisi untuk meninggalkan negeri, serta memanggil pulang para cendekiawan Turki yang berada di luar negeri. Erdogan juga telah memerintahkan penutupan 626 lembaga pendidikan yang diduga digunakan lawan politiknya Fethullah Gulen untuk menyebarkan ideologinya. (aud)
BeritaPrima.com Bicara Fakta