BeritaPrima.com, Wonosobo - Sebanyak dua orang ditangkap saat hendak mengibarkan bendera Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Gunung Sumbing, di perbatasan Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
“Kedua orang itu ditangkap tepatnya berada di rest area berada di Kawasan Jalan Raya Kledung Kabupaten Temanggung Selasa (16/8) kemarin sore, sekitar pukul 17.45 WIB,” kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Alloysius Liliek Dharmanto, Rabu (17/8).
Kedua orang itu adalah M Taufik Ismail (40), warga Desa Sumur Benger RT 4/RW 4, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dan Siwi Prastyorini (38) warga Desa Imogiri, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Selain menangkap dua orang diduga simpatisan ISIS, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti berupa bendera ISIS dan perlengkapan mendaki gunung.
“Barang-barang yang diamankan berupa bendera ISIS, perlengkapan mandi dan bekal mereka saat akan mendaki Gunung Sumbing, yang berada di dalam tas ransel mereka,” terangnya.
Liliek menjelaskan, keduanya ditangkap. Kemudian setelah digeledah, ditemukan bendera ISIS di dalam salah satu tas ransel mereka.
“Menurut rencana, bendera ISIS itu bukan bendera merah putih akan dikibarkan pagi tadi di puncak Gunung Sumbing. Kemudian mereka diamankan oleh petugas sweeping yang terdiri dari tim gabungan TNI-Polri dari Wonosobo dan Temanggung,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Temanggung AKBP Wahyu Wim Hardjanto mengungkapkan, dua orang pendaki yang diamankan hendak mengibarkan bendera ISIS di Gunung Sindoro, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah baru beberapa hari kenal melalui grup Whatsup (WA) pecinta alam.
“Keduanya kenal lewat grup WA pecinta alam namanya ‘Adi Sindoro’. Setelah kenal dan berkomunikasi kemudian mereka berdua janjian untuk naik Gunung Sindoro saat malam 17 Agustus kemarin,” ucao Kapolres Temanggung AKBP Wahyu Wim Hardjanto.
Setelah berkomunikasi melalui WA grup pencinta alam ‘Adi Sindoro’, mereka kemudian janjian bertemu di wilayah Rest Area Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah Selasa (16/8) kemarin. Saat bertemu itulah, mereka kemudian berencana untuk naik ke puncak Gunung Sindoro Rabu (17/8) sekitar pukul 10.00 WIB untuk mengibarkan bendera ISIS tersebut.
“Belum sempat naik, kita menerima laporan jika ada dua pendaki yang diduga sebagai simpatisan ISIS akan mengibarkan bendera ISIS di puncak Gunung Sumbing. Akhirnya saat itu juga kita lakukan penangkapan mereka,” tegasnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan sementara saat penangkapan, di dalam tas ransel keduanya ditemukan bendera yang bergambar mirip logo ISIS.
“Hanya bendera yang bergambar mirip logo ISIS. Sampai malam ini masih kita lakukan upaya pemeriksaan pendalaman. Belum kita temukan indikasi kuat apa mereka hanya simpatisan atau pengikut atau jemaah dari ISIS,” ucapnya.
Wahyu Wim Hardjanto menegaskan, sampai malam ini keduanya masih diamankan di Mapolres Temanggung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Nanti malam atau besok pagi akan kami berikan informasi apakah mereka benar-benar simpatisan atau jemaah ISIS atau bukan. Yang pasti, malam ini masih kami lakukan pemeriksaan kembali,” pungkasnya. (bar)
BeritaPrima.com Bicara Fakta
ISIS jangan coba2 kau bermain-main api di Indonesia. Mengatasnamakan agama lalu berhak membunuh dan melakukan kekerasan. Tidak lebih dari kumpulan orang2 pembenci, pembunuh, pemfitnah, paranoid dan putus asa menggunakan agama untuk membalikkan hal yang sudah jelas salah menjadi benar di mata mereka. Tuhan tidak tidur dan tidak menutup mata atas aksi2 mereka di Timur Tengah.