Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Minggu , 21 Agustus 2016
Abu-Bakr-al-Baghdadi

Begini Awal Kelahiran ISIS Seperti Diungkap Media Barat

BeritaPrima.com, Aleppo - Sebuah mobil berwarna merah marun berhenti di sebuah rumah yang dijadikan markas organisasi garis keras di Suriah. Di dalam kendaraan itu, terdapat empat pria, seluruhnya -kecuali sopir- membawa senjata otomatis. Salah satu di antara mereka memiliki janggut panjang dan balaclava hitam di kepalanya.

Dan ketika kendaraan itu masuk ke rumah itu, melewati 2 penjaga bersenjata, seorang komandan berbisik:

“Kamu baru saja melihat Abu Bakr Al-Baghdadi.”

Mobil dengan pria bersenjata di kota Kafr Hamra pada April 2013 adalah pemandangan biasa, menjelang detik-detik terbentuknya kelompok teroris global baru, yang kelak akan merongrong dunia.

Salah satu saksi mata terbentuknya kelompok garis keras itu adalah salah seorang mantan eks tentara militan yang menyebut namanya Abu Ahmad. Demikian dilansir News.com.au, Kamis (18/8/2016).

Al-Baghdadi kini adalah pemimpin ISIS. Ia menjadi pria paling dicari di seluruh dunia. Namun, ia begitu gesit, seluruh percobaan penangkapan termasuk dengan serangan militer darat dan udara gagal untuk mendapatkannya.

Ia juga adalah tokoh yang meminta ISIS untuk pergi ke negara-negara Barat dan membentuk afiliasi di Eropa. Pada 2015, ia menculik aktivis kemanusiaan dari AS, Kayla Mueller untuk dijadikan istri dan berulangkali memperkosanya. Mueller dilaporkan tewas dibunuh.

Murut Abu Ahmad, pada tahun 2013, Al-Baghdadi pernah jadi salah satu petinggi Al Qaeda selama 3 tahun. Ia juga dilaporkan sebagai penggagas Garda Nusra di Suriah.

Namun, ia memiliki ambisi lebih besar lainnya yaitu mengombinasikan Al-Qaeda di Irak dan Suriah.

Saat Abu Ahmad melihat al-Baghdadi, eks militan itu mulai memperhatikan apa yang terjadi di markas Majlis Shura al-Mujahidin (MSM) di utara Suriah.

Setiap pagi, Al-Baghdadi dan wakilnya, Haji Bakr, selalu tiba di markas itu dengan mobil yang sama. Mereka meninggalkan lokasi sebelum matahari terbenam.

Abu Ahmad yang sempat masuk ke dalam, mengaku kepada Foreign Policy kalau pertemuan itu diisi oleh para petinggi militan.

Selanjutnya >>

Pencet 'SUKA' untuk ikuti berita kami di Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *