Mereka duduk di matras dan bantal di lantai. Juga menikmat hidangan seperti ayam panggang disertai dengan kentang goreng dan soft drink.
Ada ketua MSM Abu al-Atheer, Komandan Jihadi Abu Mesaab al-Masri, senior militan Chenchen, Omar al Shishani dari Georgia, senior militan Libya dan 2 ketua intel dari Nusra.
Pada 8 April 2013, Al-Baghdadi ingin mengakhiri Nusra dan ISI. Keduanya harus melebur jadi satu menjadi ISIS. Namun, para emir itu merayu Al-Baghdadi agar bersumpah kepada Ayman al-Zawahiri, pengganti Osama bin Laden.
Al-Baghdadi mau bersumpah, selama ia menjadi wakil al-Zawahiri.
Kepada para emir ia meminta agar para tentaranya tampil ke muka umum. Berani menunjukkan mukanya. Saat para ketua militan itu menjadikan mereka target, al-Baghdadi bersikukuh kalau militan butuh pembatas, institusi, dan struktur untuk menarik minat dari seluruh dunia.
Para emir itu akhirnya diyakinkan, kalau al-Baghdadi akan mendukung Al Qaeda dan Nusra.
Atas permuntaan Al-Baghdadi, mereka memberikannya tentara asing. Namun, ternyata digunakan untuk kepentingan dirinya saja.

Pemimpin Garda Nusra, Abu Muhammad al-Jolani melihat gelagat tidak baik dari situ. Ia khawatir pendukungnya berbalik arah mendukung al-Baghdadi
Tanda tanya besar pun terbesit kala kabar pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi termasuk di dalam daftar orang paling berpengaruh di dunia.
al-Jolani meminta para militannya untuk tidak menandatangani dukungan sampai al-Zawahiri memutuskan siapa yang harus memimpin jihad di Suriah. Namun kebanyakan tak mendengarnya, ribuan tentara Nusra bergabung ke al-Baghdadi.
Al-Zawahiri mengeluarkan pernyataan ISIS harus dihancurkan, dan dan al-Baghdadi membatasi kegiatan kelompoknya di Irak saja. Tapi sudah terlambat.
BeritaPrima.com Bicara Fakta