Bantah ‘Main Proyek’ Buku, Putri Alex Usman Ngaku Hanya Jadi Penulis

rina-aditya-sartika2

Anggota Fraksi Partai Gerindra, Rina Aditya Sartika, membantah ikut main proyek pengadaan buku. (Foto: BeritaPrima/ist)

BeritaPrima, Jakarta — Anggota Fraksi Partai Gerindra, Rina Aditya Sartika, akhirnya buka suara. Setelah sempat bungkam, ia akhirnya mau menjelaskan perihal buku yang ia tulis. Hal itu disampaikannya seusai rapat paripurna penyampaian laporan panitia hak angket, di Gedung DPRD DKI, Senin (6/4/2015).

Awalnya, Rina sempat terlihat masih enggan untuk buka suara. Saat itu, ia tengah berjalan berdampingan dengan rekan sefraksinya, Mohamad Sanusi. Atas persetujuan dari Sanusi, putri dari Alex Usman itu akhirnya mau buka suara.

“Udah, ngomong aja, enggak apa-apa,” ujar Sanusi kepada Rina agar bersedia menjawab pertanyaan wartawan.

Secara singkat, Rina kemudian menjelaskan bahwa dalam proyek pengadaan buku, ia hanya berperan sebagai penulis. Ia mengaku sama sekali tak terlibat dalam proses lelang. Seperti yang sudah disampaikan rekan sefraksinya yang lain, Prabowo Soenirman, Rina mengatakan bahwa keterangannya itu sudah ia sampaikan ke fraksinya.

“Kan saya sudah menyerahkan bukti sama ketua fraksi, saya bilang bahwa saya hanya sebagai penulis. Nah, ketua fraksi juga sudah pegang semua buktinya lengkap bahwa saya hanya sebagai penulis. Nanti juga ada klarifikasi dari Pak Ghoni (Ketua Fraksi Gerindra Abdul Ghoni),” ujar dia.

Sebagai informasi, Rina merupakan penulis dari enam buku berseri yang dana penerbitannya menggunakan pos anggaran Dinas Pendidikan dalam APBD DKI 2014. Buku tersebut adalah Dari Kampoeng Hingga Metropolitan, Batavia Era Kolonial Hingga Jokowi, Jakarta Dulu Rawa Sekarang Pencakar Langit, Dari Delman Menuju MRT, Perempuan Betawi Menyusui, dan Urban Batavia Urban Jakarta.

Berdasarkan dokumen APBD 2014, anggaran pengadaan buku itu terbilang fantastis. Sebagai contoh, pada salah satu buku, yakni buku Dari Delman Menuju MRT, alokasi anggaran yang dikeluarkan untuk buku ini bagi siswa SD berjumlah Rp 830 juta, untuk siswa SMP senilai Rp 600 juta, untuk siswa SMA sebesar Rp 500 juta, dan untuk siswa SMK sebesar Rp 500 juta.

Selain itu, Rina juga menulis tiga buku berseri yang berisikan tentang perjalanan hidup Basuki (kemudian dikenal dengan buku trilogi Ahok), yang rencananya akan diterbitkan, dan pengadaannya menggunakan pos anggaran Dinas Pendidikan pada APBD DKI 2015. (feb)

(Visited 70 times, 1 visits today)
Kategori: Metro

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*