IndoElection.com, Jakarta – Eks Teman Ahok, Paulus Romundo, menjabarkan cara kerja relawan Teman Ahok dalam mengumpulkan KTP dukungan untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mencalonkan diri pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017.
Menurutnya, saat ini Teman Ahok sudah terbelah menjadi tiga pihak. Pertama mereka yang mendukung Ahok maju melalui partai politik. Pihak kedua yang mendukung tetap maju melalui jalur perseorangan. Ketiga mereka yang menyerahkan segala keputusan di tangan mantan Bupati Belitung Timur tersebut.
“Tapi sebelum menjadi eks, saya Teman Ahok yang terjadi sekarang teman-teman itu terbelah tiga. Pertama yang mendukung parpol, kedua dukung yang secara independen, ketiga terserah Pak Ahok saja. Itu yang terjadi,” kata Paulus dalam diskusi Polemik Sindotrijaya Network di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/6/2016).
Sistem kerja di Teman Ahok itu terbagi dua. Ia menjelaskan, pertama melalui sistem perekrutan. Mereka yang direkrut difasilitasi seragam, handphone, printer, hingga uang operasional dan honorarium.
“Kami dipekerjakan. Menurut saya pribadi katanya kan relawan, tapi saya karyawan karena saya dikontrak. Terbatas kontraknya sampai sekarang saya dipecat, mungkin ada surat pemecatannya,” katanya.
Model kerja kedua adalah model simpatisan. Pada model ini merekalah yang sebenar-benarnya relawan dalam Teman Ahok.
“Jadi ini yang kayak kawan-kawan kita yang ada di Batman, di muda-mudi itu memang saya yakin 100 persen dengan kesadarannya mengumpulkan KTP, isi formulir, tanda tangan,” tuturnya.
BeritaPrima.com Bicara Fakta