Ketika Alika jatuh ke lantai, adegan penusukan itu dilanjutkan Syahril, tak hanya perut, tetapi bagian tubuh lainnya, seperti dada, paha, dan leher, menjadi sasaran penusukan Syahril. (Baca: Polisi: Pembunuhan Alika di Kamar Hotel Terencana)
Syahril sempat menunggui tubuh Alika untuk memastikan bahwa Alika telah tewas. Setelah yakin Alika tewas, selanjutnya Syahril mengambil barang-barang milik Alika, yaitu dua unit ponsel dan uang tunai Rp 85.000, serta motor Alika berikut STNK-nya.
Setelah Syahril kabur menggunakan motor Alika, dirinya berniat menjual satu unit ponsel milik Alika kepada seorang penjaga toko ponsel, Ali Ryanto. Namun, ditolak oleh Ali karena Ali curiga terhadap alasan Syahril yang ingin menjual ponsel tersebut karena pemilik aslinya membutuhkan uang. Akhirnya transaksi itu tidak jadi dilakukan.
Jasad Alika kemudian ditemukan oleh penjaga hotel pada Selasa pekan lalu. Diketahui pembunuh Alika adalah Syahril, teman kencan Alika yang mengaku sering mengajak korban untuk berkencan.
Syahril ditangkap oleh pihak kepolisian pada Rabu (13/7/2016) di Purwakarta ketika hendak pergi ke Bandung, Jawa Barat. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta