Bentrokan Warga Di Bekasi Bermula Dari Ejekan “Ayam Sayur”…

Ilustrasi bentrokan warga.
BeritaPrima, Jakarta - DA (26), warga Margahayu, Bekasi, terancam menghabiskan lima tahun hidupnya di penjara. Dia membunuh Yosafat Lais (19), seorang pelajar, pada Minggu (21/6/2015) dini hari. Semuga gara-gara “ayam sayur”.
“Jadi YL ditemukan dalam keadaan luka bacok dan langsung dibawa ke RS Mitra Bekasi Timur. Berawal dari tawuran warga Rawasemut dan warga Margahayu,” ujar Kepala Kepolisian Sektor Bekasi Timur Komisaris Sagi MS, Minggu (21/6/2015).
Awalnya, sekumpulan anak-anak muda dari kampung Rawasemut terlibat saling ejek dengan anak muda di perumahan Margahayu.
“‘Ayam sayur lo semua,’ kata anak Rawasemut kepada anak Margahayu,” cerita Sagi.
Aksi ledek tersebut terjadi pada Jumat (19/6/2015). Ejekan tersebut pun mampu menyulut kemarahan anak-anak Margahayu yang merupakan kelompok DA.
Berawal dari itu, tawuran antar warga pun tidak bisa dihindarkan. Tawuran tersebut sempat dibubarkan warga sekitar. Tidak ada korban luka ataupun korban meninggal ketika itu.
Suasana kembali kondusif. Meski demikian, dendam antar keduanya belum berakhir. Tawuran berlanjut pada Sabtu (20/6/2015) tengah malam. Tepatnya terjadi di depan SPBU Jalan Chairil Anwar, Margahayu.
Tawuran kedua ini lebih besar dari sebelumnya. Masing-masing kelompok warga membawa 15 sampai 20 anggota. Aksi lempar batu tidak terhindarkan. Beberapa anak muda yang tawuran pun mendapat luka memar di bagian mata.
“Aparat datang untuk membubarkan tawuran itu dan tawuran pun sebenarnya telah kami bubarkan,” ujar Sagi.
Ketika itu rombongan pun langsung berhamburan untuk melarikan diri. Beberapa dari mereka berlari masuk ke perkampungan dan ada pula yang berlari ke gang.
Ketika tawuran dianggap sudah selesai, anak-anak Rawasemut yang merupakan kelompok Yosafat justru mengejar satu orang anak Margahayu yaitu DA. DA pun lari dan bersembunyi. Setelah itu, Yosafat dan teman-temannya pun berjalan terpisah untuk pulang ke rumah masing-masing.
Melihat kelompok musuh sedang lengah, DA mengambil kesempatan ini. Kebetulan saja, ketika itu DA melihat Yosafat yang berjalan paling dekat dengannya tanpa didampingi teman. Dia pun membawa senjata bernama corbek (parang sepanjang satu meter).
Tanpa berpikir panjang, DA menusuk punggung Yosafat. Tusukannya sampai menembus hingga dada depan.
DA kabur sementara Yosafat terjatuh dan langsung dibawa teman-temannya ke rumah sakit. Nahas, nyawa Yosafat tidak terselamatkan dan meninggal di rumah sakit.
Setelah membacok, DA pulang ke rumah. Dia tidur di kamarnya seperti tanpa masalah. Polisi pun menangkap DA yang sedang tidur di kamarnya. Dia langsung dibawa ke kantor polisi.
“Dia diancam Pasal 338 tentang pembunuhan, hukumannya bisa di atas 5 atau 7 tahun penjara,” ujar Sagi.
Kini, jasad Yosafat sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk diotopsi. Polisi juga sudah membawa barang bukti berupa senjata corbek serta baju-baju Yosafat yang berlumuran darah. Semua ini, hanya karena ejekan “ayam sayur”. (feb)


