BeritaPrima.com – Pengemudi truk teror yang bertanggung jawab atas tewasnya 84 orang di Nice, Prancis dilaporkan sempat mengirimkan uang 84.000 poundsterling atau sekira Rp1,4 miliar kepada keluarganya di Tunisia sebelum ia melancarkan aksinya.
Mohamed Lahouaiej Bouhlel (31) yang berasal dari Tunisia merupakan nama dari pengemudi truk teror yang mengemudikan mobil truk yang dikendarainya dan menabrak kerumunan orang-orang yang sedang menyaksikan pesta kembang api di Nice pada perayaan Hari Bastille.
Dikabarkan, ISIS sudah mengklaim mendalangi serangan tersebut yang telah membuat Prancis kembali berduka. Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve pada Sabtu 16 Juli 2016 menuturkan Bouhlel tampaknya diradikalisasi oleh ISIS dengan cepat.
Sebagaimana dikutip dari Independent, Senin (18/7/2016) adik dari Bouhlel, Jaber Bouhlel yang tinggal di Tunisia mengatakan menerima uang banyak beberapa hari sebelum ia melancarkan aksi brutalnya. Dilaporkan, uang tersebut dikirim Bouhlel kepada keluarganya di Msaken, Tunisia dengan memaksa temannya untuk menyelundupkan uang itu.
Daily Mail mewartakan Jaber tidak percaya kakaknya adalah seorang teroris. Namun, ia menambahkan ia tidak pernah melihat kakaknya selama beberapa tahun serta dengan dikirimkannya uang tersebut membuat ia dan keluarganya terkejut.
“Mohamed mengirimkan semua tabungannya. Ia bekerja selama delapan tahun dan ini adalah uang yang ia tabung selama ia bekerja di Prancis,” ujar Jaber.
Selain itu, ayah dari pelaku, Monthir Bouhlel mengklaim anaknya menderita penyakit jiwa dan terkadang ia tampak berperilaku kurang stabil. (aud)
BeritaPrima.com Bicara Fakta