BeritaPrima.com, Jakarta - Pembagian dana biaya hidup (living cost) bagi para calon jamaah haji (Calhaj) menjadi sebuah komitmen bagi Kementerian Agama RI agar Calhaj Indonesia terjamin kenyamanannya selama di Tanah Suci.
“Walaupun fasilitas ditingkatkan, tapi sangunya (uang living cost) tidak dikurangi, karena sempat ada usulan untuk dikurangi. Dan itu tidak kita lakukan, tetap 1.500 riyal (setara Rp5,4 juta),” terang Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Prof Abdul Djamil saat pelepasan petugas PPIH Arab Saudi 1437H/2016 di Asrama Haji Pondok Gede, Senin (8/8/2016) malam.
Uang sebesar itu berdasarkan perhitungan konsumsi dan kebutuhan akomodasi tambahan lain selama di tanah suci. “Insya Allah cukup untuk makan, maka tidak usah bawa cobek, tidak perlu,” tegas Abdul Djamil.
Pimpinan Wilayah BRI Jakarta 1, Budi Satria sebagai mitra Kemenag untuk penyelenggaraan ibadah haji memaparkan, akan mendistribusikan 232.800 ribu riyal atau USD62,5 juta kepada 155.800 calon jamaah haji.
“Setiap calhaj menerima 1.500 riyal dalam bentuk tiga lembar 500 riyal. BRI juga membuka gerai money changer di seluruh embarkasi haji, untuk memberikan kemudahan kepada para jamaah,” ulasnya.
Secara simbolik living cost diserahkan kepada perwakilan jamaah haji di asrama haji Pondok Gede, Jakarta Timur oleh Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Prof Abdul Djamil dan Pimpinan Wilayah BRI Jakarta 1 Budi Satria. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta