Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Rabu , 31 Agustus 2016
polisi-push-up

Tak Hafal Ayat Alquran, Polisi Aceh Dihukum Push Up

BeritaPrima.com, Banda Aceh – Sebagai umat beragama sudah sepatutnya untuk tunduk dan patuh terhadap perintah Tuhan. Bagi umat Muslim, selain menunaikan shalat lima waktu, berbagai cara lain untuk mendapat pahala juga tak elok jika ditinggalkan. Salah satu yang dimaksud, seperti menghafal ayat Alquran.

Adalah Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Edi Bastari yang mencanangkan program wajib menghafal Alquran bagi seluruh anggotanya. Hal tersebut dilakukan agar setiap anggota dibawah kepemimpinannya itu, mampu memberi pengaruh positif bagi masyarakat.

Program yang dilabeli nama “One Week One Ayat” ini sudah berjalan sejak ia menjabat sebagai di kapolres di kabupaten setempat. Bahkan hal yang dianggapnya sebagai revolusi mental ini, diakui sudah berjalan enam bulan di Polres Simeulue sebelum kemudian dipindah ke Aceh Tenggara.

Setiap apel Senin dan Jumat, biasanya Edi memanggil secara acak sekitar 15 anggota kepolisian untuk menghadap. Kemudian satu per satu diperintah untuk melafalkan satu surat di dalam Al-Quran sesuai keinginannya. Meski tetap bernama One Week One Ayat, Edi hanya meminta dilafalkan surat pendek saja.

“Saya kan hapal surat-suratnya, jadi anggota tidak bisa bohong, kalau tidak bisa langsung saya beri hukuman,” ujarnya, Selasa (26/7/2016).

Tiap anggota yang gagal menyebut surat yang ditentukan, siap-siap push up beberapa saat. Ini bukan push up biasa, melainkan push up ‘setengah tiang’. Istilah itu digunakan untuk push up dengan kondisi tidak naik, namun juga tidak turun. Posisi pertengahan.

Jika berhasil membacakan surat yang diminta, kapolres satu ini tidak tanggung-tanggung memberi hadiah. Mereka bebas memilih jam tangan cantik yang diinginkannya. Barang tentu jam ini sudah disiapkan oleh kapolres sebelum apel.

“Bulan ini sudah sekitar 100 jam tangan saya bagikan pada anggota yang bisa mengahafal surat pendek. Bahkan saya pernah beri jam tangan saya sendiri. Kemarin saat apel (Senin) 15 jam saya sediakan, tapi hanya delapan yang dapat jam, lainnya dapat hukuman (push up). Yang tidak bisa itu saya panggil lagi saat apel berikutnya,” jelas mantan Kapolres Simeulue itu.

Selanjutnya >>

Pencet 'SUKA' untuk ikuti berita kami di Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *