SyariahCenter.com - Agen FBI mengajukan pertanyanyaan pada anggota masjid Florida yang biasa dihadiri Omar Mateen, pelaku penembakan massal di sebuah kelab malam Orlando. Agen FBI setidaknya mewawancarai satu dari rekan jamaah Mateen di masjid dekat rumahnya, Islamic Center of Fort Pierce.
|
Berita Terkait
|
Omar Saleh, seornag pengacara untuk Dewan Hubungan Islam Amerika mengatakan, dua agen federal bertemu dengan jamaah laki-laki selama sekitar 30 menit menjelang shalat Jumat. “Kami bertemu dengan beberapa agen,” ujar Saleh menolak mengidentifikasi orang yang diwawancarai. “Mereka mengajukan pertanyaan relatif terhadap insiden yang terjadi pada Minggu,” lanjut dia.
Dari hasil wawancara, FBI mendapat informasi baru yang mengungkapkan pembunuh memiliki masalah perilaku kronis selama masa mudanya.
Catatan akademis yang diperoleh Reuters menunjukkan Mateen sering ditangguhkan sebagai mahasiswa, setidaknya dua kali karena berkelahi. Ia pun dipindahkan ke sekolah tinggi khusus bagi mereka yang putus sekolah.
Kenyataan ini menambah panjang potret buruk pria bersenjata yang melakukan penembakan massal mematikan selama sejarah modern Amerika Serikat, menewaskan 49 orang. Mateen (29 tahun), penjaga keamanan swasta ditembak mati oleh polisi pada akhir pembantaian di Orlando 12 Juni. Mantan istri pertamanya menjelaskan, ia merupakan sosok kasar, bermental terganggu dengan tempramen kekerasan.
Orang lain yang mengenalnya mengingat Mateen, warga AS dan warga Florida yang lahir di New York dari imigran Afghanistan. Ia dikenal sebagai pendiam, individu canggung yang sebagian besar menghabiskan waktu untuk dirinya sendiri.
BeritaPrima.com Bicara Fakta