BeritaPrima.com, Cimahi – Insiden tergulingnya bus Parahyangan di Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, Jawa Barat, memakan korban hingga 33 orang. Sembilan di antaranya meninggal dunia, satu luka berat, dan 22 lainnya luka ringan.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, sembilan korban meninggal antara lain, sopir bus Parahyangann Karsim Jamaludin yang tewas di tempat kejadian.
“Selain itu, kernet bus, Endang Dedi, meninggal saat di TKP, penumpang bus Rachmat Tualubis meninggal saat penanganan, penumpang mobil Kijang bernama Fan Yen tewas saat kejadian, Diana Wina Murti penumpang Katana tewas saat perawatan, Kusnaedi pengendara motor tewas saat di TKP, Neneng penumpang sepeda motor, Odas pengendara sepeda motor dan Tiara penumpang sepeda motor,” ungkap Yusri di kantornya, Sabtu 9 Juli 2016.
Sementara itu, untuk korban luka berat hanya terjadi pada penumpang mobil Kijang kapsul bernama Lena Komalasari.
Untuk luka ringan, 20 orang penumpang Bus Parahyangan adalah Henda, Abdul Azis, Siti Khodijah, Mochamad Iqbal, Adi Utama, Aditya Prakarsa, Diki Kuswandar, Devi Putri, Wiki, Indah Sari, Nemin, Panji Jarkasih, Abdul Rochman, Lilis Mustopa Sari, Nurdiansyah, Imas Suhendra, Atang, Farhan Muhamad Ferdian, Esa Raisa Hemas, dan Amitidya.
“Dua orang lainnya, yaitu Diki pengemudi kijang kapsul, dan Heni Oktafia penumpang kijang kapsul,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, bus pariwisata Parahyangan dengan nomor polisi T 7035 DL terguling di jalan Kolonel Masturi, setelah membawa rombongan berlibur ke kawasan Curug Cimahi.
Insiden itu terjadi Jumat sore, sekitar pukul 15:30 WIB. “Bus itu merupakan carteran wisata. Para penumpang berasal dari Kabupaten Karawang, dengan tujuan wisata Curug Cimahi,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Cimahi AKBP Ade Ary Syam Indradi menambahkan, berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara, kecelakaan disebabkan rem blong dan bus dalam kondisi tidak layak beroperasi. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta