Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Jumat , 19 Agustus 2016
psk

Diduga Jadi PSK Di Puncak, 5 WN Maroko Diciduk Petugas Imigrasi

BeritaPrima.com, Bogor - Kantor Imigrasi Kelas I Kota Bogor, mengamankan lima orang wanita asal Maroko yang diduga menjadi pekerja seks komersial (PSK) di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kepala Imigrasi Kota Bogor, Herman Lukman mengatakan, penangkapan kelima wanita tersebut merupakan hasil dari pengintaian petugas dalam dua minggu terakhir dan ditangkap pada Sabtu, 13 Agustus 2016.

“Mereka kita amankan Sabtu dini hari kemarin di sebuah vila dan kontrakan yang berbeda yakni di daerah Cibural dan Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Puncak,” kata Herman, Senin (15/8/2016).

Selain lima wanita tersebut petugas juga turut mengamankan seorang pria warga negara asing yang diduga sebagai penyuplai wanita asal Maroko ini kepada lelaki hidung belang.

“Ada juga satu orang yang kita amankan karena diduga menjadi mucikari mereka. Tapi masih kita lakukan pengembangan lebih lanjut lagi,” tambahnya.

Dari hasil keterangan kepada petugas, mereka mengaku untuk sekali kencan memasang tarif sebesar Rp3 juta. Dalam sebulan mereka bisa menghasilkan uang sekitar Rp35 juta dari hasil bisnis haram tersebut.

“Biasanya pelanggannya itu orang dari Timur karena di Puncak sendiri banyak sekali imigran dari sana. Kalau orang kita jarang,” terangnya.

Sementara itu, petugas juga mengamankan barang bukti yaitu lima buah telefon genggam, dua pasport dan print out transfer dari salah seorang wanita ke negaranya sebesar Rp35 juta.

“Dari lima orang, baru dua orang yang bisa menunjukan pasport inisialnya RA dan RD. Sisanya belum bisa menunjukan identitas kepada kami,” jelasnya.

Kini, keenam orang tersebut masih dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut oleh petugas di Kantor Imigrasi Kota Bogor.

“Untuk sementara masih kita mintai keterangan. Kemungkinan masih banyak yanh seperti ini di kawasan Puncak untuk itu masih perlu kita dalami kasus ini lebih lanjut,” pungkasnya. (feb)

Pencet 'SUKA' untuk ikuti berita kami di Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *