Dituduh Nonton Video Propaganda, 20 Wisatawan Asing Ditahan China

Gift of the Givers rescue workers discuss operation details with a local disaster relief organiser at an operations centre in Kathmandu. A 7.8 magnitude earthquake hit Nepal on 25 April 2015 killing more than 4,000 people.

Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Facebook, organisasi “The Gift of the Givers” mengatakan, 10 warga Afrika Selatan, sembilan warga Inggris, dan satu warga negara India ditangkap di Bandara Erdos di China, Mongolia, Jumat lalu.

BeritaPrima, Beijing - Organisasi keagamaan dan kemanusiaan yang berbasis di Afrika Selatan, Rabu (15/7/2015), melaporkan bahwa China telah menangkap 20 wisatawan asing yang tengah melakukan perjalanan ke negara itu sebagai bagian dari perjalanan yang disponsori oleh mereka.

Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Facebook, organisasi “The Gift of the Givers” mengatakan, 10 warga Afrika Selatan, sembilan warga Inggris, dan satu warga negara India ditangkap di Bandara Erdos di China, Mongolia, Jumat lalu.

Sebelas wisatawan telah dilepas. Sedangkan sembilan orang lainnya masih ditahan tanpa diadili atas tuduhan menonton video propaganda yang tidak dijelaskan detail tayangannya.

“(Pihak berwenang) China sekarang berupaya menemukan alasan penahanan yang dapat menjelaskan bahwa beberapa anggota (yang ditahan) terlibat kelompok teror dari sebuah organisasi terlarang (di negara itu), karena menonton video propaganda di kamar hotel mereka,” kata pernyataan itu.

Badan bantuan bencana yang mengaku telah bekerja di 41 negara itu mengatakan bahwa para wisatawan tersebut tidak terkait dengan jaringan teror dan tidak memiliki catatan kriminal di negara asalnya. Adapun, peserta tur wisata 47 hari itu datang “untuk mengeksplorasi peninggalan China kuno.”

Pejabat Afrika Selatan dan Kedutaan Besar Inggris bertemu dengan para pejabat Kementerian Luar Negeri China untuk menyelesaikan masalah ini. Pemerintah China belum memberi komentar atas penahanan ini.

China memperketat aturan misionaris asing dan aktivitas badan amal asing yang dianggap meningkat. Beijing juga telah menangkap dan mendakwa Muslim Uighur dan lain-lain yang menonton atau membagikan video yang dianggap tidak pantas diedarkan oleh pemerintah.

Kedutaan Besar Inggris, mengutip pernyataan dari Kantor Luar Negeri Inggris, mengatakan bahwa sembilan warga Inggris dan dua warga negara ganda Inggris dan Afrika Selatan telah ditahan di China utara. Kini mereka tengah “mencari penjelasan lebih lanjut” tentang alasan penangkapan tersebut.

Anggota staf konsuler Inggris dilaporkan telah mengunjungi kelompok itu dan berbicara dengan pihak berwenang China.

Kedutaan tersebut mengatakan enam orang yang ditahan kemungkinan besar akan dideportasi segera. (aud)

(Visited 29 times, 1 visits today)
Kategori: Dunia

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*