BeritaPrima.com – Sally Jones mendadak jadi bahan pembicaraan. Melalui akun Twitter-nya, janda mendiang Junaid Hussain, militan ISIS yang ahli meretas komputer itu, mengancam akan meneror dan meledakkan bom di Ibu Kota Inggris, London, menjelang musim panas.
|
Berita Terkait
|
“Sejujurnya, saya tidak akan pergi ke pusat kota London selama Juni atau bahkan Juli. Ya, sebenarnya, saya tidak akan menyambangi tempat itu sama sekali, khususnya dengan kereta bawah tanah,” kicaunya, seperti disadur dari Mirror, Kamis (26/5/2016).
Istri militan ISIS paling dicari itu dulunya berprofesi sebagi penyanyi rock asal Kent, kawasan di sebelah tenggara Inggris. Setelah suaminya meninggal akibat serangan udara Amerika Serikat (AS) tahun lalu, ia malah mengaku bangga karena pria yang dicintainya dibunuh oleh musuh terbesar ISIS.
Perempuan 47 tahun yang terkenal karena cuitan-cuitan bernada terornya di Twitter itu kini mengganti namanya menjadi Sakinah Hussain. Mengikuti jejak suaminya, yang juga merubah namanya jadi Junaidi Hussain.
“Anda tidak bisa hanya duduk di sana menikmati teh dan biskuit, sambil menyuruh pesawat tanpa awak Angkatan Udara Inggris mengebom orang-orang Inggris yang tidak kembali dari ISIS,” lanjut mantan gitaris itu dalam kicauan lain.
Di samping ancaman, janda berumur 47 tahun itu ‘curhat’ bahwa dirinya tengah berada di bawah tekanan besar, karena didesak untuk segera memilih suami baru dalam hitungan hari.
Ketentuan ini di luar kebiasaan bagi para janda muslim yang diperbolehkan bersuami lagi, setelah tiga bulan ditinggal mati oleh suaminya. “Saya tidak akan pernah bisa mencintai pria lain selain dia,” tegasnya.
Junaidi Hussain merupakan satu dari 20 petinggi ISIS yang masuk dalam daftar militan ISIS paling dicari oleh SAS (Pasukan Khusus Inggris) di Suriah. Namanya berada di urutan ketiga sebagai militan yang wajib dibunuh menurut Pentagon (Kementerian Pertahanan AS), setelah pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi dan Jihadi John. (aud)
BeritaPrima.com Bicara Fakta