Duh! Rusia Siapkan Pesawat Perang Nuklir Untuk Gempur Turki

putinBeritaPrima.com – Pemerintah Rusia dikabarkan tengah mempersiapkan segala bentuk upayanya untuk melakukan perang nuklir. Salah satunya adalah dengan meluncurkan pesawat Ilyushin Il-80.

Pihak Amerika Serikat (AS) dikabarkan menjuluki pesawat Ilyushin I1-80 sebagai ‘pesawat kiamat’. Presiden Rusia, Vladimir Putin dilaporkan menginginkan pesawat Ilyushin Il-80 untuk disiapkan dalam waktu dua pekan.

Angkatan Militer Negeri Beruang Merah juga telah menyelesaikan serangkaian tes untuk pusat kendali terbang pesawat raksasa yang dibanggakan produsennya itu sebagai ‘pesawat tak terkalahkan’.

Sebagaimana diberitakan Daily Star, Sabtu (5/12/2015), perintah Presiden Putin itu muncul setelah Rusia saat ini tengah di ambang perang dengan Turki akibat insiden ditembak jatuhnya Sukhoi.

Media Inggris itu juga mengaitkan persiapan perang nuklir Rusia itu dengan ramalan kuno kaum Yahudi 200 tahun silam tentang akhir dunia yang akan dimulai dengan perang antara Rusia dan Turki.

Pesawat Ilyushin Il-80 dikabarkan akan membawa jenderal senior, staf perwira tim operasional, dan kru teknisi untuk menjaga peralatan-peralatan militer mutakhir Angkatan Udara (AU) Rusia.

Sedangkan unit komando mobile akan memungkinkan para pemimpin militer Rusia untuk mengarahkan tentara darat, Angkatan Laut dan AU untuk membuat ancaman rudal nuklir.

Satu-satunya tandingan Rusia yang memiliki senjata elit semacam itu adalah AS. Aleksandr Komyakov, direktur umum tim peneliti di belakang proyek pesawat Ilyushin Il-80 itu mengatakan bahwa pesawat raksasa itu merupakan pesawat super yang tak terkalahkan.

Presden Putin awalnya telah bersitegang dengan Eropa dan AS (NATO) yang dampaknya dirasakan di seluruh dunia. Ketegangan dimulai ketika Rusia menganeksasi wilayah Krimea setelah memisahkan diri dari Ukraina. Baik Ukraina, Eropa maupun AS sampai saat ini tidak bisa menerima tindakan itu.

Ketegangan berlanjut dalam perang sipil di Suriah, ketika Rusia dan AS berada di dua kubu yang berlawanan. Rusia membela rezim Presiden Suriah Bashar Al Assad sedangkan AS dan sekutunya membela pemberontak Suriah.

Ketegangan dikabarkan semakin memanas ketika Turki yang merupakan bagian dari koalisi pimpinan AS menembak jatuh pesawat jet tempur Su-24 Rusia dengan alasan pesawat itu melanggar kedaulatan wilayah udara Turki. (aud)

(Visited 220 times, 3 visits today)
Kategori: Dunia

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*