Gojek, Pionir Bisnis Ojek Profesional di Jakarta
BeritaPrima, Jakarta - Kemacetan Jakarta yang luar biasa mengharuskan adanya inovasi-inovasi baru untuk mengatasinya. Di saat kendaraan pribadi yang kian meningkat tajam setiap tahun dan transportasi umum massal belum optimal dalam memberikan pelayanan, transportasi ojek menjadi alternatif untuk menerobosnya.
Ojek memang menjadi pilihan tepat untuk menerobos kemacetan. Sayangnya transportasi alternatif ini tidak bisa diandalkan. Maklum umumnya mereka bekerja perorangan dan tidak memiliki manajemen yang baik laiknya transportasi umum.
Menangkap peluang ini, lahirlah perusahaan bernama Gojek. Perusahaan ini menaungi para pengojek di berbagai wilayah Jakarta.
Layanan Gojek adalah pionir bisnis ojek profesional pertama di Jakarta. Jasa transportasi roda dua di bawah pengelolaan Nadiem Makarim ini berkembang cepat selama dua tahun hingga memiliki ratusan abang ojek di seluruh Jakarta.
Layanan yang diberikan bukan hanya sebatas antar-jemput penumpang, tetapi juga pengantaran barang belanjaan.
Hebatnya, pemesanan Gojek sudah bisa dilakukan melalui aplikasi smartphone yang bisa anda unduh di situs go-jek.com, play store atau app store. Dalam tampilan aplikasi tersebut Anda bisa memilih opsi mengantar apa atau siapa dan tujuan yang ingin diantar.
Gojek menawarkan 3 jenis pembayaran, tunai alias memberikan tagihan yang sudah dihitung oleh aplikasi tersebut, menggunakan Gojek Credit yang dapat diisi ulang atau mendaftarkan perusahaan kamu dan mendapatkan tagihan bulanan.
Gojek juga memberikan voucher gratis senilai 25 ribu Rupiah untuk para pelanggan baru dan teman-teman yang mendapatkan referall code.
Penghasilan
Tukang ojek yang bergabung dengan Gojek ternyata memiliki penghasilan mencapai Rp 3 juta per bulan. Uang itu diterima setelah dipotong 20 persen dari perusahaan Gojek.
“Gojek tidak menerapkan sistem gaji pokok. Semua dibayar dengan bagi hasil perolehan keuntungan. 80 persen untuk tukang ojek dan 20 persen untuk Gojek,” kata Samsul yang sudah bergabung dengan Gojek, Senin (23/2/2015).
Dia merincikan, penghasilan sebulan dari bagi hasil dengan Gojek sekitar satu juta lebih, ditambah dari ngojek pribadi Rp1,5 juta dan bonus yang diberikan oleh penumpang tergantung dari sifat serta kondisi penumpang. “Dari Gojek saya juga dapat bonus, jika ditotal dlam satu bulan minimal Rp 3 juta,” ujar Samsul.
Dia mengungkapkan, penghasilan itu lebih besar ketimbang mengojek sendiri. Karena dengan Gojek dirinya tidak perlu keliling mencari penumpang. Selain itu, dengan Gojek tingkat kepercayaan masyarakat kepada dirinya lebih tinggi. “Kalau ojek pribadi kerjanya sendiri, keliling sendiri. Sekarang saya sama kantor. Sini dapet, sana dapet, masyarakat juga lebih percaya karena merasa aman, semua yang ikut Gojek terdaftar,” katanya.
Selain itu, tukang ojek Gojek memiliki kesejahteraan yang lebih setelah bergabung dalam perusahaan itu. Dalam dua minggu, pria yang mangkal di bawah flyover rel kereta Stasiun Gondangdia itu mengaku sudah mengantongi uang Rp500 ribu dari Gojek. “Itu baru dari Gojek saja,” kata Samsul.
(Dimas Wahyu)


Ojek one of alternative transportation
Go-jek is the best