Empat WNI Dikabarkan Gabung Gerilyawan Muslim Moro Filipina

Pasukan gerilyawan muslim Moro. (Foto: BeritaPrima/afp)

Pasukan gerilyawan muslim Moro. (Foto: BeritaPrima/afp)

BeritaPrima, Manila - Juru bicara militer Filipina hari ini mengatakan, pasukan tentara mereka dua pekan lalu menyerbu lokasi markas gerilyawan muslim Pejuang Kemerdekaan Islam Bangsamoro (BIFF) pecahan dari gerilyawan Barisan Pembebasan Islam Moro (MILF).

Pasukan militer menggempur wilayah di sebelah selatan Pulau Mindanao itu, tempat 44 polisi Filipina tewas Januari lalu, seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (2/3/2015).

Mayor Jenderal Edmundo Pangilinan mengatakan mereka tengah memburu Abdul Basit Usman, sosok yang diyakini punya hubungan dengan Jamaah Islamiyah dan Abu Sayyaf.

“Basit Usman diyakini masih ada di lokasi itu. Kami yakin BIFF melindungi dia. Kami masih berusaha memburunya,” kata dia kepada kantor berita AFP.

Pangilinan juga menyebutkan ada empat warga negara Indonesia dan seorang Arab yang diduga bergabung dengan Usman dan BIFF.

Pada 25 Januari lalu pasukan polisi Filipina menyelinap ke wilayah pemberontak buat membekuk Marwan, sosok pembuat bom yang punya hubungan dengan kelompok Al Qaidah. Amerika Serikat menghargai kepala Marwan senilai USD 5 juta.

“Tentara kami menguasai sebuah kamp musuh,” kata juru bicara militer Kolonel Restituto Padilla dalam jumpa pers di Manila. “Mereka menemukan banyak bahan pembuat bom. PAra pemberontak itu kocar kacir kabur, mereka terpecah dalam kelompok-kelompok kecil.”

Padilla mengatakan pasukannya juga mendeteksi ada lima warga asing di wilayah pemberontak itu, empat WNI dan satu Arab.

“Kami menerima laporan ada lima militan asing. Mereka anggota Al Qaidah dan mengajarkan pemberontak itu teknik membuat bom,” kata Padilla. “Mereka bersama BIFF.”

(dik)

(Visited 165 times, 1 visits today)
Kategori: Dunia

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*