Habib Rizieq Soal Dana Demo Hingga Status Ahok - BeritaPrima.com
Rabu , 9 November 2016
habib-riziq

Habib Rizieq Soal Dana Demo Hingga Status Ahok

BeritaPrima.com, Jakarta – Aksi demonstrasi besar-besaran akan digelar pada Jumat 4 November 2016 besok. Aksi itu terkait dengan proses hukum dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq, memastikan aksi berjalan damai.

“Kami bertekad besok aksi damai. Kami enggak mau rusuh, komitmen besok tenang damai,” kata Rizieq di Gambir, Jakarta Pusat, Kamis 3 November 2016.

Namun dia meminta aparat keamanan yang menjaga demo besok juga bisa bekerjasama dengan baik, dan tidak bertindak represif kepada pendemo. “Kalau ada represif, bahayakan nyawa, kami wajib melakukan pembelaan diri,” ujar Rizieq.

Rizieq juga menyampaikan, aksi demo besok adalah digerakkan oleh Allah SWT. Termasuk juga soal sumber dana yang digunakan untuk membiayai demo besok.

“Dananya (untuk demo) unlimited, dananya tidak terbatas. Kenapa? Karena yang ngasih dana itu yang maha kaya, yaitu Allah SWT,” kata Rizieq.

Sementara itu, Pengurus Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) memastikan aksi unjuk rasa besok akan berlangsung damai. HTI berpengalaman menggelar aksi damai, tak pernah berlaku anarkistis, apalagi sampai merusak fasilitas umum.

“Jika ada keributan maka kami (HTI) akan menghindari kerumunan, memisahkan diri dari pusat keributan. Kita koordinasi dengan korlapnya, minta diamankan. Ya intinya besok kita pastikan tidak ada aksi anarkis,” kata Ketua DPP HTI Kota Depok, M Hasyim Musthofa.

Hasyim menegaskan HTI juga akan mengantisipasi jika nantinya sampai terjadi kerusuhan. Menurutnya, kerusuhan itu bisa jadi karena ulah penyusup yang sengaja memprovokasi massa.

“Jika dia (pelaku) sampai melempar molotov dan sebagainya pasti dia yang akan kena, karena kita semua sudah menghindar. Kita bersama ormas-ormas Islam lainnya sudah komitmen tidak akan anarkis,” katanya.

Proses Hukum Ahok
Sementara itu mengenai poses hukum terhadap Ahok, Habib Rizieq, kemarin menuntaskan pemeriksaan di Bareskrim Polri sebagai saksi ahli agama terkait kasus dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Dalam pemeriksaannya hari ini, Rizieq membawa sejumlah referensi untuk kepolisian.

“Karena saya diperiksa dan dimintai keterangan sebagai ahli agama, tentunya saya memaparkan antara lain adalah menyangkut tafsir Surah Al-Maidah ayat 51, karena tadi saya sertakan beberapa belas daripada tafsir kitab klasik,” kata Rizieq ketika ditemui usai pemeriksaan di Jakarta Pusat, Kamis 3 November 2016.

Rizieq mengatakan, dengan saksi fakta dan saksi ahli telah diperiksa, serta bukti video telah diuji laboratorium forensik, maka polisi tinggal melakukan gelar perkara.

“Semuanya sudah selesai. Kita hanya tinggal tunggu polisi gelar perkara bersama Kejaksaan, untuk menentukan status Ahok,” ujarnya.

Dia meminta agar proses gelar perkara ini dipercepat. Rizieq menyebut isu ini sudah kepalang basah menjadi isu nasional, dan juga internasional. Rizieq mengatakan, Ahok telah mengganggu ketertiban umum.

“Di mana-mana kalau kita akumulasikan jumlahnya, sudah ada jutaan umat Islam yang turun ke jalan. Jadi mau tunggu sampai kapan lagi,” kata Rizieq.

Rizieq juga meminta tidak ada intervensi. Dia juga mengarahkan pesan ini ke partai pendukung Ahok dan Presiden RI Joko Widodo.

“Termasuk Presiden, partai pengusung Ahok, jangan merasa partai besar, ingin lakukan manuver politik,” kata Rizieq.

Rizieq mengaku bersama FPI tidak akan tinggal diam jika ada intervensi tersebut. Menurutnya, aksi besok adalah sekaligus untuk membuktikan hal itu.

“Besok kami akan turun ke istana, pembuktian dari Presiden yang katanya enggak intervensi,” ujar dia.

Menurut Rizieq, selama ini Presiden Jokowi juga belum menunjukkan semangat menyikapi penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Ahok itu.

“Berkaitan kasus Ahok, enggak ada satu kata pun tentang penistaan agama. Saya minta bantuan wartawan, kalau ketemu Presiden tanyakan. Sampai hari ini enggak ada satu kata pun diucapkan Presiden,” kata Rizieq.

Rizieq mengatakan targetnya adalah penangkapan dan pemenjaraan calon Gubernur DKI nomor urut 2 itu. Dia punya ancaman jika status Ahok tidak segera ditentukan

“Target kami penjarakan Ahok. Kalau Presiden tidak memenjarakan Ahok, kita tak akan bubar dari istana,” ancam Rizieq. (dik)

Pencet 'SUKA' untuk ikuti berita kami di Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sahibinden oto ekspertiz boyasız göçük düzeltme doğal parfüm web tasarım ferforje