Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Sabtu , 27 Agustus 2016
hamil4

Hamil Anak Laki-laki Ternyata Lebih Memicu Komplikasi Kesehatan

BeritaPrima.com - Setelah menganalisa lebih dari setengah juta kelahiran di Australia, para peneliti menyimpulkan bahwa gender bayi bisa berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak.

“Jenis kelamin bayi memiliki hubungan langsung dengan komplikasi kehamilan,” kata penulis studi Dr. Petra verburg, dari Robinson Research Institute di University of Adelaide di Australia.

Bayi laki-laki lebih mungkin lahir dini, sehingga lebih berisiko terkena penyakit jantung. Wanita yang hamil bayi laki-laki juga lebih berisiko diabetes selama kehamilan (gestational diabetes) dan pre-eklampsia (kondisi tekanan darah tinggi yang serius selama kehamilan).

“Masih belum jelas mengapa terjadi seperti ini, tetapi kami menduga ada faktor genetik,” kata Verburg.

Dibandingkan dengan bayi perempuan, bayi laki-laki 27 persen lebih mungkin lahir prematur di antara minggu 20-24 kehamilan, 24 persen lebih berisiko lahir di antara minggu 30-33, dan 17 persen lebih tinggi mungkin lahir di minggu 34-36.

Bayi disebut lahir cukup umur adalah di antara minggu 39-41, menurut American College of Obstetricians and Gynecologists.

Selain itu, risiko diabetes gestational empat persen dan pre-eklampsia 7,5 persen lebih mungkin terjadi pada wanita yang hamil bayi laki-laki, kata para peneliti. Namun, wanita yang hamil bayi perempuan, 22 persen lebih berisiko memderita pre-eklampsia di awal kehamilan.

Penelitian ini hanya menunjukkan hubungan antara jenis kelamin dan komplikasi kelahiran, bukan hubungan sebab-akibat. Temuan ini hendaknya menjadi alarm bagi para calon ibu, tak peduli apapun jenis kelamin bayinya untuk menerapkan gaya hidup sehat, kata Roberts.

Terapkan pola makan yang baik dan jaga berat badan yang sehat sebelum dan selama kehamilan. Penelitian ini telah diterbitkan secara online pada 11 Juli di jurnal PLoS One. (feb)

Pencet 'SUKA' untuk ikuti berita kami di Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *