Anggota lainnya dari tim pembuat mobil itu, Hanif Taufik menyatakan, bagian tersulit dari pembuatan mobil itu adalah saat membuat bodi mobil. Alasannya, lekukan yang ada pada badan mobil itu terbilang rumit, dan harus detail serta butuh waktu lama. “Karena semua ini kan handmade,” kata Hanif.
Saat ditanya, mengenai adanya keinginan untuk membuat mobil itu secara massal, Hanif menjawab jika dia dan teman-temannya masih belum memiliki keinginan tersebut. Meski demikian, mobil itu sudah mendapatkan penawaran dari beberapa pihak.
“Ada yang dari alumni ITS sendiri, dan para pengunjung pameran yang melihat mobil ini, dan menawarkan harga sebesar Rp400 juta untuk memesan mobil ini,” kata Hanif.
Ke depannya, Hanif masih memiliki keinginan untuk terus mengembangkan mobil tersebut. Lowo Ireng diharapkan menjadi salah satu supercar yang patut diperhitungkan.
“Kami sadar betul memang dunia otomotif itu akan selalu berkembang pesat, makanya kami pun ingin agar Lowo Ireng ini mampu bersaing dengan mobil-mobil lainnya,” kata Hanif. (feb)

BeritaPrima.com Bicara Fakta