Ada Aroma Penyelamatan Kasus Tertentu di Balik Plt Pimpinan KPK

pimpinanbaruKPK6

Tiga orang Plt pimpinan sementara KPK yang telah dilantik Presiden Joko Widodo, yakni Johan Budi SP (kiri), Indriyanto Seno Adji (tengah) dan Taufiequrachman Ruki (kanan). (Foto: BeritaPrima.com/ist)

BeritaPrima, Jakarta - Kecurigaan mulai bermumculan terhadap Plt pimpinan sementara KPK yang baru ditunjuk Presiden Joko Widodo. Indonesia Corruption Watch (ICW) mencium adanya aroma perlindungan kasus tertentu di balik penunjukan Taufiequrachman Ruki dan Indriyanto Seno Adji.

Kecurigaan ICW ini didasari pada kebijakan Ruki yang membuka kemungkinan kasus dugaan korupsi yang menjerat Komisaris Jenderal (Pol) Budi Gunawan dilipmpahkan ke penegak hukum lainnya, terutama Polri.

“Pertanyaan serius bagi Ruki, ingin menyelamatkan KPK atau menyelamatkan kasus-kasus tertentu? Karena dalam beberapa kesempatan terakhir Ruki menawarkan kasus BG (Budi Gunawan) dikembalikan ke Kejaksaan,” kata Anggota Badan Pekerja ICW, Emerson Yuntho, di Jakarta, Sabtu (21/2/2015).

Opsi melimpahkan penanganan kasus Budi itu disampaikan Ruki seusai bertemu dengan pimpinan Polri pada Jumat (20/2/2015) malam. Ia juga menilai ada konflik kepentingan jika Ruki menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan Kepolisian.

Apalagi, Ruki merupakan perwira tinggi Kepolisian. Ruki juga menjabat komisaris pada suatu bank daerah ketika ditunjuk Presiden sebagai pimpinan sementara KPK.

Sedangkan Indriyanto dinilai rekam jejaknya tidak pro pemberantasan korupsi. Indriyanto pernah beberapa kali berupaya mengurangi kewenangan dan lingkup yurisdiksi hukum KPK melalui judicial review terhadap UU KPK mewakili koruptor. Ia juga disebut kerap memberikan pendampingan hukum kepada pejabat negara yang terjerat kasus korupsi.

Untuk itu, ICW meminta Ruki dan Indriyanto mendeklarasikan diri bahwa mereka tidak membawa kepentingan tertentu yang ingin mengamankan penanganan kasus di KPK.

Sebelumnya, Koalisi Masyarakat Sipil Anti-Korupsi juga sudah mengeluarkan pernyataan bersama yang menolak Inriyanto Seno Adji sebagai pimpinan KPK. (Baca: ‘Koalisi LSM Sebut Indriyanto Seno Adji Anti Pemberantasan Korupsi’)

Pernyataan lebih menohok keluar dari Ketua Progres 98 Faizal Assegaf. Mantan aktivis ’98 ini tidak hanya menuding Ruki dan Indriyanto yang membawa misi penyelamatan koruptor, tetapi juga Plt pimpinan KPK lainnya, yakni Johan Budi.

Dalam pesan berantai yang diterima redaksi pada Kamis malam (19/2/2015), mantan aktivis pergerakan tahun 1998 menjelaskan bahwa tugas utama Irjen Pol Taufiequrachman Ruki adalah untuk memastikan agar kepemilikan rekening gendut Komisaris Jenderal Budi Gunawan tidak dilanjut penyidikannya oleh KPK.

“Kemudian Johan Budi akan bertindak sebagai penjaga kepentingan PDIP untuk mengamankan kasus SKL BLBI (Surat Keterangan Lunas perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia_red) yang diduga melibatkan Megawati (Megawati Soekarnoputri),” terang Faizal.

Faizal melanjutkan untuk Indriyanto Seno Aji ditugasi untuk mengamankan kasus Korupsi Bank Century senilai Rp 6,7 triliun. Penunjukan dirinya oleh Jokowi sebagai bentuk kompromi guna memastikan KPK tidak mengusut tuntas kasus Century,” tandasnya.

“Jangan biarkan rakyat terus tertipu oleh permufakatan jahat bertopeng save KPK tapi tujuannya untuk mengamankan kasus-kasus besar,” tandas Faizal.

Indriyanto bersama Taufiequrachman Ruki dan Johan Budi telah dilantik Presiden Joko Widodo sebagai pimpinan KPK sementara. Ketiganya mengisi kekosongan pimpinan KPK setelah Abraham Samad dan Bambang Widjojanto dinonaktifkan, serta Busyro Muqoddas habis masa jabatannya. Adapun Abraham dan Bambang dinonaktifkan Presiden setelah dijadikan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

(Febrizky Akbar)

(Visited 9 times, 1 visits today)
Kategori: Korupsi

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*