Mereka menemukan bahwa dalam dua minggu menjelang kematiannya, kesuburan lalat buah betina menurun drastis. Mereka kemudian menemukan hal yang sama pada lalat buah jantan.
Para ahli dari University of California sampai pada kesimpulan bahwa lalat buah betina mengeluarkan terlalu banyak energi saat bertelur pada masa akhir kehidupannya. Sehingga kesuburannya menurun dalam dua minggu yang menyebabkan kematian mereka.
“Jika saya memisahkan betina yang dekat dengan kematian, dan membandingkannya dengan betina lain pada usia yang sama yang masih memiliki umur beberapa minggu lagi untuk hidup, terdapat perbedaan pada kesuburannya,” kata Laurence Mueller, yang terlibat dalam penelitian, kepada BBC.
Meskipun ada keraguan tentang apakah ini dapat berlaku juga untuk manusia, penelitian lain telah mengkonfirmasi hasil yang sama pada percobaan terhadap binatang lain. Saat ini para peneliti belum melakukan penelitian yang sama untuk manusia. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta