BeritaPrima.com, Jombang - Pemerintah Desa Mojojejer, Kecamatan Mojowarno, tidak menampik adanya pemotongan anggaran bedah rumah untuk warga miskin. Namun demikian pihak desa tidak mengetahui secara pasti siapa yang melakukan praktik kotor tersebut.
|
Berita Terkait
|
“Saya juga mendengar adanya pemotongan anggaran bedah rumah kisaran Rp 1 hingga Rp 1,5 juta. Namun saya tidak mengetahui secara pasti siapa yang melakukannya. Mungkin yang tepat memberikan keterangan soal ini Pak Kades, tapi beliau sedang ke luar kota,” ujar Plt (Pelakaana Teknis) Sekretaris Desa Mojojejer, Auladana Zakaria, Selasa (9/8/2016).
Zakaria hanya menjelaskan bahwa pelaksanaan program bedah rumah yang diperuntukkan bagi warga miskin sudah rampung semua. Yakni sebanyak 28 rumah dengan total bantuan sebesar Rp 280 juta.
Dana tersebut masuk ke rekening desa. Selanjutnya, pihak desa membentuk panitia bedah rumah. Nah, masing-masing warga yang masuk dalam program bedah rumah itu mendapatkan Rp 10 juta.
“Belakangan ini sebagian warga mempertanyakan perihal peruntukkan dana potongan tersebut. Mereka sudah pernah mengadu ke desa, tapi seperti apa tindaklanjutnya saya tidak tahu,” pungkasnya. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta