Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Minggu , 4 September 2016
hendropriyono

Kasus Penembakan Satgas Tinombala, Hendropriyono: Itu Salah Lirik!

BeritaPrima.com, Jakarta - ‎Anggota intelijen dari Korem 132/Tadulako Palu, Sulawesi Tengah Serda Muhammad Ilham tewas usai ditembak sesama anggota dalam operasi Tinombala saat mencari timbunan senjata api milik kelompok teroris Santoso di Desa Towu, Poso Pesisir Utara.

Merespons hal tersebut, mantan kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Hendropriyono menjelaskan, peristiwa tersebut diakibatkan lantaran terjadi salah lirik antar petugas di lapangan.

“‎Begini, kalau dipertempuran sering terjadi apa yang disebut salah lirik. Salah lirik itu kita kira musuh, ternyata teman ditembak, meninggal. Di Timor-Timor, Kalimantan, Irian, Aceh dan dimana-mana yang ada operasi militer itu ada seperti itu. Di makam pahlawan bukan cuma ditembak musuh aja, ada juga yang ketembak teman dan itu biasa. Tapi tetap harus diusut,” kata Hendropriyono di kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (29/7/2016).

Pengusutan tersebut, kata Hendropriyono, dilakukan untuk dapat mengetahui penembakan tersebut dilakukan dengan sengaja atau tidak. Sebab, dalam kondisi perang dapat membuat kondisi para prajurit dapat menurun.

“‎(Pengusutan) agar mengetahui sengaja atau tidak. Kalau tidak sengaja, itu hal biasa. Jadi, kalau ada anak buah ketembak kadang belum tentu musuh. Ada yang stres, maka itu pemimpin perang harus memastikan bahwa pasukannya itu ada kondisi-kondisi yang menurun yang harus selalu dilihat. Karena pegang senjata tinggal tarik pelatuk enteng. Makanya perlu dikontrol kejiwaannya,” terang Hendropriyono.

Ia menambahkan, bahwa dalam kerja intelijen terkadang dapat terjadi kebocoran rahasia. Oleh karena itu, seorang intelijen harus mampu bekerja dan berkoordinasi dengan baik dalam setiap operasi rahasianya.

“‎Begini, saya pernah kerja di intelijen. Sering kita ini ingin rahasia, tapi kadang-kadang sama teman itu kita sering lupa rahasiaan juga. Bukan mengacu di Poso saja, tapi sering operasi intelijen itu tidak terkoordinir dengan baik. Masalah koordinasi paling sulit di medan tempur,” tandasnya. (ren)

Pencet 'SUKA' untuk ikuti berita kami di Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *