BeritaPrima.com, Jakarta - Putera bungsu calon Kapolri Komjen Tito Karnavian, Muhammad Taufan mengaku sempat khawatir saat ayahnya kerap bertugas di bidang terorisme. Namun saat ini ia sudah tak khawatir lagi dan mulai terbiasa dengan profesi ayahnya yang pernah menjabat Kepala Densus 88 Antiteror Polri.
Hal itu disampaikan Taufan saat menjawab pertanyaan anggota Komisi III Aboe Bakar Alhabsy lewat video conference di kediaman Tito, Jalan B Kompleks Polri, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (22/6/2016).
“Kalau takut gimana ya, sudah lama dengar cerita papa diincar teroris. Saya tahu papa melindungi orang banyak, walaupun sangat seram kerjaannya, saya tidak merasa takut. Merasa aman,” ungkap Taufan.
Terkait keamanan itu, Tito mengaku dirinya kerap mendapatkan ancaman saat menjalankan tugasnya. Tak mau ambil risiko, mantan Kapolda Metro Jaya itu sejak awal menyekolahkan ketiga anaknya Garda Ramadhito (20), Laviyah Augusta (18) dan Muhammad Taufan (17) di Singapura.
“Karena itu pindah-pindah ke save house. Dan memutuskan anak sekolahkan ke Singapura. Selama jadi Kapolda, ke Bogor saja takut. Makanya anak-anak protes. ‘Kami kok ditelantarkan’. Untung mereka baik,” cerita Tito.
Setelah tak lagi menjadi Kapolda Metro Jaya, anak-anaknya malah senang ketika Tito mendapatkan jabatan sebagai Kepala BNPT. Pasalnya lanjut Tito, ketiga anaknya beranggapan bahwa ayahnya dapat menemui mereka di Singapura.
“Selama di Singapura, mereka enggak merasakan perbedaan apa-apa selama saya jadi Kapolda, Kepala BNPT atau mungkin Kapolri. Karena mereka anggap bapaknya ‘tahanan kota’,” tukas Tito.
BeritaPrima.com Bicara Fakta