BeritaPrima.com – Teheran tidak lagi memiliki niat untuk melakukan kerja sama terkait isu-isu regional dengan “negara setan”seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Pernyataan ini disampaikan oleh pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Ia menilai, Washington tidak memiliki komitmen kuat untuk melakukan kesepakatan nuklir antara Teheran dan enam negara besar, termasuk AS sendiri.
Berdasarkan perjanjian tersebut, sanksi ekonomi akan segera dicabut pada Januari 2016 setelah Iran menghentikan program nuklirnya.
“Selama ini, AS terus melanjutkan permusuhannya dengan Teheran sejak dilakukan revolusi Islam pada 1979. Ini adalah kesalahan terbesar bagi Iran untuk mempercayai penjahat Inggris dan Setan Besar AS,” ujar Khamenei dalam sebuah pidatonya.
Khamenei menambahkan, “Kami (Iran) tidak akan bekerja sama dengan AS terkait krisis regional. Tujuan mereka di wilayah ini sepenuhnya adalah menentang Negara Republik Islam Iran,” sebagaimana dilansir dari Reuters, Jumat, (3/6/2016).
Selama ini, sejak berakhirnya sanksi, Teheran mulai meningkatkan transaksi perdagangan dengan negara-negara Barat. Tapi, beberapa sanksi AS masih diberlakukan dan sejumlah Bank AS masih dilarang melakukan transaksi bisnis dengan Iran secara langsung maupun tidak langsung.
Pihak AS beralasan bahwa selama ini Iran dianggap terus mendukung aksi terorisme dan pelanggaran terhadap hak asasi manusia (HAM).
Terkait hal itu, Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak akan gentar. Pemimpin revolusi Islam Iran itu bahkan sesumbar menyebutkan bahwa siapa pun yang menggertak dan melawan Republik Islam, maka mereka pasti tidak akan berhasil karena Iran tetap kuat dan terus bersatu. (aud)
BeritaPrima.com Bicara Fakta