Perencanaan pembangunan masjid pun tak bisa sembarangan. Pencetus ponpes yang oleh masyarakat dipanggil Rama Kyai dan Bu Nyai membangun masjid dan ponpes berdasarkan shalat istikharah. Tak ada campur tangan arsitek apalagi alat berat selama pembangunan masjid.
Seluruh proses pembangunan mulai pembuatan batu bata, pembuatan ornamen masjid, hingga pengadukan semen dilakukan secara manual oleh para santri. Maka saat menginjakkan kaki ke komplek seluas 6,5 hektar ini, pengunjung disuguhi arsitektur bangunan yang tak biasa. “Orang menyebutnya mirip campuran arsitektur Timur Tengah, Thailand, dan Jawa,” jelas Gus Ipung.
Wawan Hermawan adalah salah satu yang datang karena penasaran dengan cerita gaib masjid ini. Tidak ada rasa takut pada dirinya saat mendengar cerita tersebut. “Semakin penasaran dan setelah datang sendiri baru percaya masjid dibangun manusia karena melihat orang-orang bekerja,” ujarnya. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta