Mereka kesulitan menelusuri titik awal pencarian, mengingat informasi yang mereka terima dari keluarga korban masih berupa perkiraan.
Keluarga korban tak mengetahui pasti titik awal lokasi pencarian saat korban tersebut mengalami kerusakan mesin.
“Akibat kehabisan baterai handphone, komunikasi pun terputus, dan ketiganya terbawa arus kembali,” kata Bobby.
Pada Senin (27/6/2016) sekitar pukul 14.00, korban berjumpa dengan salah satu perahu nelayan asal Nias. Korban meminta air minum dan sedikit oli kotor.
Pada pukul 15.00, korban kembali melanjutkan perjalanan menuju Haloban tanpa menyinggahi daratan Pulau Nias.
Kapal pengangkut pasir sirtu dan batu bata tersebut tiba dengan selamat di Pelabuhan Haloban, Aceh, Selasa pukul 11.30 WIB.
Saat tiba di rumah Fambo, ketiga korban langsung diperiksa kesehatannya. Rajikin mengalami peningkatan asam lambung dan tekanan darah hanya 90. Wiro (18) mengalami luka ringan akibat terjepit di salah satu mesin saat mengganti mesin. Adapun Jiat (18) dalam keadaan sehat.
“Mengingat korban yang hilang di laut selama 111 jam atau hampir enam hari dan kembali dengan selamat di Haloban, Aceh, sehingga operasi pencarian orang hilang pun kita tutup,” kata Bobby. (ren)
BeritaPrima.com Bicara Fakta