Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Minggu , 7 Agustus 2016
abah-saiman

Kisah Tukang Urut Yang Alami Mati Suri Tiga Kali

BeritaPrima.com, Tangerang - Mati suri, yaitu kematian yang dialami seseorang dalam beberapa waktu kemudian hidup kembali. Walaupun secara medis seseorang dinyatakan sudah meninggal, namun tidak menutup kemungkinan dia akan bangkit kembali.

Hal ini terjadi pada seorang tukang urut di wilayah perbatasan Tangerang dan Bogor. Ya, Abah Saiman, begitu panggilan akrabnya. Diusianya yang sudah 75 tahun, kakek dengan 17 cucu ini sudah mengalami mati suri sampai tiga kali.

“Mati suri yang saya alami waktu itu sekitar tahun 1990-an, itu awalnya saya kesetrum. Setelah itu saya langsung tidak sadar, tetapi setelah berapa lama saya terbangun sudah banyak orang yang ngaji disebelah saya,” kata Abah Saiman saat dikunjungi ke rumahnya di Kampung Tarogong, Kabupaten Tangerang, Sabtu (6/8/2016).

Saiman juga menjelaskan kalau dirinya kaget ketika dibilang sudah meninggal oleh istrinya. “Kata istri saya, saya sudah sempat dibawa ke rumah sakit, namun pihak rumah sakit bilang kalau saya sudah tidak ada. Maka dari itu pihak keluarga membawa saya pulang,” sambungnya.

Kemudian, lanjutnya, sekitar tahun 2006 dirinya juga kembali mengalami hal yang sama. “Saya sakit panas setelah pulang ngurut, kemudian saya tidur dan kata istri saya badan saya dingin semua. Dipanggil mantra kerumah dan dinyatakan saya sudah tidak ada. Tetapi saat mau dimandikan saya terbangun karena merasa dingin,” jelas abah Saiman.

Lalu, kata dia, yang baru-baru ini sebelum bulan suci Ramadan 1437 Hijriah. Malah untuk kematian yang kali ini abah Saiman sudah dimandikan dan di kafani. Seluruh kerabat sudah berdatangan, sampai dengan pihak kecamatan dan kelurahan juga para tetangga.

“Dirumah sudah mulai masak untuk tahlilan malamnya, waktu itu hari Jumat, dan saya kembali terbangun namun dalam kondisi sudah dipakaikan kain kafan. Saya sempat melihat orang-orang disekeliling saya berlarian karena takut,” jelasnya kembali.

Selanjutnya >>

Pencet 'SUKA' untuk ikuti berita kami di Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *