BeritaPrima.com, Depok - Makanan ringan Bihun Kekinian (Bikini) ternyata pernah diproduksi sejak tahun 2015. Namun, berdasarkan pengakuan TW (19) yang merupakan produsen Bikini, usahanya itu sempat berhenti.
“Tahun 2015 hanya berjalan dua minggu saja,” kata Kanit PPA Polresta Depok, AKP Elly Padiansari, Sabtu (6/8).
Usaha itu baru mulai ditekuni lagi pada 2016 dan langsung melejit. TW sendiri merupakan mahasiswi yang sedang mengenyam pendidikan di Bandung. Dia memproduksi cemilan kontroversi ini di rumahnya di Sawangan, Depok.
Di rumah mewah itu TW dibantu beberapa orang pekerja. “Pengakuannya di tahun 2016 baru berjalan 3 bulan,” imbuh Elly.
Dalam menjual Bikini, sistem yang diterapkan TW tidak dijual bebas di warung melainkan melalui media sosial. “Dijual di akun instagram miliknya,” ucapnya.
Terkenalnya camilan ini membuat banyak pemesan dari luar Depok. Seperti Semarang, Bandung, Jakarta, dan Palembang. TW menjual dengan harga Rp 15-20 ribu per bungkus. “Sampai sekarang total pesanannya sudah 6.000 bungkus,” tutup Elly. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta