BeritaPrima.com, Jakarta - Reshuffle yang baru diumumkan Presiden Rabu (27/7) kemarin mengundang banyak spekulasi. Salahnya soal pencopotan Rizal Ramli dari kursi Menko Kemaritiman.
Rizal digantikan oleh Luhut Binsar Pandjaitan. Posisi Menko Polhukam yang selama ini dijabat Luhut, oleh Presiden Jokowi diserahkan kepada Wiranto.
Adhie M Massardi, jubir Presiden Gus Dur menyatakan ada kongkalikong antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan pengembang reklamasi untuk melengserkan Rizal Ramli. Rizal Ramli selama ini keras menentang kebijakan reklamasi di Teluk Jakarta.
“Setelah menerjang dan menyerang dengan lantang pengembang pencemar lingkungan yang oleh Gubernur Ahok diberi keleluasaan menguruk (reklamasi) pantai utara Jakarta, Menko Maritim & Sumber Daya Rizal Ramli dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana, lalu diberitahu bahwa dirinya dikeluarkan dari jajaran kabinet,” ujar Adhie Massardi dalam rilisnya, kemarin.
Adhie mengaku, sejak 2008 dirinya berjuang bersama DR Rizal Ramli di dunia pergerakan menentang kebijakan pemerintahan yang menyimpang dari tujuan proklamasi dan konstitusi (UUD 45).
“Sebenarnya saya antara kaget dan tidak kaget ketika malam itu Mas Rizal bilang dirinya diberhentikan sebagai Menko Maritim & Sumber Daya yang diumumkan Presiden Joko Widodo keesokan harinya di Istana Negara, Rabu (27/7),” katanya.
Adhie mengaku tidak kaget karena sejak masuk kabinet Rizal Ramli memang jadi gangguan serius bagi mereka yang memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan pribadi, demi keuntungan bisnis keluarga dan kroninya. Makanya dengan berbagai cara mereka menekan presiden untuk menyingkirkan Rizal dari Istana.
BeritaPrima.com Bicara Fakta