BeritaPrima.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo kembali merombak susunan Kabinet Kerja untuk kedua kalinya. Salah satu yang jadi sasaran adalah pos Kemenko Kemaritiman.
Menko Kemaritiman yang sebelumnya dijabat Rizal Ramli kini digantikan Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut sebelumnya menduduki pos Kemenko Polhukam.
Luhut resmi menjabat sebagai Menko Kemaritiman setelah dilantik Jokowi pada 27 Juli kemarin. Sejumlah tugas baru di bidang kemaritiman kini menanti pria asal Sumut ini.
Saat ini isu yang tengah hangat di bidang kemaritiman terkait proyek reklamasi 17 pulau di Teluk Utara Jakarta. Beberapa saat sebelum lengser dari jabatannya, Rizal Ramli mengeluarkan sikap tegas soal pulau buatan tersebut.
Rizal memutuskan proyek Pulau G dihentikan seluruhnya karena banyak pelanggaran.
“Kami putuskan membatalkan pembangunan pulau G untuk waktu seterusnya. Apakah itu membahayakan proyek vital yang strategis, membahayakan pelabuhan, maupun membahayakan lalu lintas laut. Nah, di bawahnya itu banyak kabel yang terkait dengan listrik, powerstation milik PLN. Komite Gabungan dan para menteri sepakat bahwa Pulau G masuk dalam pelanggaran berat,” tegas Rizal dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (30/6).
Selain itu, pembangunan pulau G juga dianggap telah mengganggu lalu lintas kapal nelayan. Padahal, sebelum pulau tersebut dibangun, nelayan dengan mudah melintas tanpa harus berputar jauh seperti saat ini.
“Sebelum ada pulau itu, kapal nelayan dengan mudah mendarat, parkir di Muara Angke. Tapi begitu pulau ini dibikin, dia tutup sampai daratan sehingga kapal-kapal musti muter dulu. Menghabiskan solar baru bisa parkir. Ketiga, tata cara pembangunannya secara teknis itu betul-betul sembarangan, merusak lingkungan, mematikan biota dan sebagainya,” bebernya.
BeritaPrima.com Bicara Fakta