Apa Yang Dicari Para Startup Di Setiap Kandidat

wanitakarir

Bos perempuan di sebuah perusahaan

 

BeritaPrima, Jakarta - Sebuah studi dari Emerging Markets Institute di INSEAD, Universum, dan HEAD Foundation telah menunjukan bahwa 40 persen dari generasi millenial mengklaim bahwa menjadi pemimpin merupakan hal yang penting bagi mereka.

Karena itu tidak mengherankan apabila semakin banyak profesional muda yang mencari kesempatan untuk membangun perusahaan mereka sendiri atau beralih ke startup untuk kesempatan kerja. Start-up selalu mencari talenta baru dan menawarkan kesempatan besar untuk memulai atau meningkatkan sebuah karir, selama Anda menunjukan skill dan kualitas yang dicari kebanyakan start-up dalam seorang kandidat.

Start-up biasanya mencari beragam profil calon kandidatnya. Mereka berfokus kepada kepribadian kandidat tersebut dan bukannya detil dalam CV mereka. Mengingat mereka berevolusi di lingkungan dengan langkah yang cepat, pendidikan seorang kandidat kelamaan tidak terlalu memegang peranan yang penting. Hal ini khususnya berlaku bagi IT.

HR Manager start-up Lamudi Indonesia, Nabila Harris, mengatakan: “Kami di Lamudi fokus dalam menemukan pegawai yang ingin tumbuh bersama perusahaan. Mereka harus memiliki motivasi tinggi dan dedikasi kepada pekerjaannya. Sebagai sebuah start-up, sangatlah penting bagi kita untuk memiliki pegawai yang memiliki kemampuan untuk berfikir di tempat dan karena sebuah hal yang lumrah untuk mempelajari hal yang baru dalam pekerjaan tersebut, memiliki passion untuk terus menantang diri sendiri adalah keharusan.”

Ini adalah kesempatan yang berharga bagi para lulusan muda di Indonesia. Start-up biasanya menyediakan internship yang tidak mengharuskan seorang kandidat untuk memiliki pengalaman sebelumnya. Hal yang biasa terjadi juga adalah masa internship ini berubah menjadi kontrak jangka panjang. Pengalaman di startup juga sangat berharga karena karena di start-up para kandidat dapat melihat lebih dekat bagaimana sebuah perusahaan beroperasi.

“Namun demikian, yang paling penting untuk dipertimbangkan saat proses perekrutan adalah motivasi.” Ujar Nina Buschle, konsulten dari HR Innovation Consultant yang berbasis di Berlin. “Startup biasanya mempercayai pegawai mereka dengan tanggung jawab yang lebih besar, dan kandidat harus menunjukan bahwa mereka bersedia untuk melakukan proyek mereka, dan mereka tidak takut mengambil resiko dan menganggap kegagalan sebagai bagian dari proses belajar – inilah yang membuat top kandidat menonjol.

Para aplikan yang membuat CV mereka ringkas dan langsung ke poinnya, menjelaskan secara ringkas tugas dalam pengalaman bekerja sebelumnya, dan yang menunjukan usaha mereka untuk menyelesaikan sesuatu dalam lingkungan yang berpacu cepat akan memiliki kesempatan lebih besar untuk direkrut oleh start-up.

(Aditya Sanjaya)

(Visited 3 times, 1 visits today)
Kategori: Keluarga & Karir
Tags: #Karir

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*