Mengenali Gejala Bayi Yang Menderita Penyakit Kronis

bayi sakitBeritaPrima - Apa tandanya bila bayi sedang lelah, sakit, haus, lapar, kepanasan atau kedinginan? Tentu moms bingung menjawabnya. Bayi Anda hanya akan memberikan isyarat atau kode – berupa ekspresi, gerakan, dan tangisan – mengenai apa yang dirasakannya.

Bahkan tanda-tanda anak Anda miliki gejala penyakit kronis tertentu, seringkali tak terlihat dan terabaikan oleh moms. Berikut tanda-tanda bayi yang miliki penyakit kronis:

Demam

Ini bukan penyakit melainkan kondisi yang terjadi ketika bayi terkena penyakit atau infeksi tertentu (gejala adanya penyakit). Suhu tubuh di atas normal yaitu lebih dari 37,5 derajat Celsius merupakan salah satu tanda bayi sakit. Namun, demam bisa juga merupakan reaksi tubuh melawan penyakit. Apabila demam ditambah reaksi kejang, muncul tanda-tanda, seperti ruam, iritabilitas, kesulitan bernapas, leher kaku, muntah atau diare, segera bawa si kecil ke dokter atau rumah sakit.

Dehidrasi

Kekurangan cairan atau dehidrasi sangat memengaruhi bayi, karena cairan itu sangat diperlukan tubuh. Dehidrasi dapat terjadi jika si kecil memiliki pola makan yang buruk, demam, lingkungan yang panas, muntah atau diare. Pada prinsipnya, dehidrasi ada dua macam. Pertama karena pemasukannya kurang dan kedua pengeluarannya berlebihan.

Gejala dehidrasi pada bayi, antara lain mulut dan gusi kering, jarang buang air kecil, dan tidak meneteskan air mata ketika menangis. Jika Anda berpikir si kecil mengalami dehidrasi, segera hubungi dokter. Jika pemasukannya kurang, jelas ia akan mengalami dehidrasi. Sedangkan jika pengeluarannya berlebihan (misal, diare) dan tidak dibarengi dengan pemasukan, juga akan menyebabkan dehidrasi.

Diare

Penyebab diare umumnya karena gangguan pada organ pencernaan (seperti usus atau lambung) atau kontaminasi kuman. Kondisi ini sering terjadi pada bayi. Tetap periksakan kondisi si kecil ke dokter, uatamanya jika ada darah dalam tinja, buang air besar lebih dari enam kali sehari dan tinja berair. Waspadai bila bayi BAB berulang kali (lebih dari 3 kali) dengan kadar kekentalan/kepadatan fesesnya berubah, atau pada kotoran tampak lendir bahkan darah.

Muntah

Gejala muntah yang berlebihan tentu perlu diwaspadai. Barangkali ada masalah di seputar organ percernaan. Pada usus, misalnya. Muntah pada bayi mungkin tidak serius jika terjadi hanya sekali atau dua kali. Namun, jika hal itu sering terjadi berulang kali, terutama mengandung darah, serta berwarna hijau, segera konsultasikan dengan dokter.

Kesulitan bernapas

Umumnya sesak napas menyebabkan napsu makan bayi menurun. Bayi tampak kesulitan bernapas. Jika terjadi demikian, sebaiknya segera hubungi dokter. Tanda-tanda sesak napas adalah bayi bernapas lebih cepat dari biasanya, bayi tampak seperti mendengus saat menghembuskan napas, bibir tampak berwarna semburat kebiruan.

Ruam

Biasanya ruam timbul karena bayi alergi terhadap amoniak yang terkandung dalam urinnya. Bisa juga terjadi karena bayi alergi pada bahan dasar popok. Apalagi kulit bayi umumnya masih sangat sensitif. Tanda-tanda ruam seperti bercak merah terang, berbintik, lecet-lecet ringan dan gatal bisa muncul di bagian pantat, paha, leher, dada, bawah lengan, ketiak, selangkangan. Segera hubungi dokter jika ruam telah menyebar luas, atau disertai demam, perdarahan, dan bengkak.

Flu

Infeksi saluran pernapasan biasanya disebabkan oleh virus yang ditandai dengan demam, flu dan batuk. Komplikasi penyakit influenza yang ditakutkan adalah timbulnya infeksi sekunder, seperti: radang paru-paru (pneumonia), myositis, gangguan saraf pusat. Penderita/pengidap penyakit kronis dapat bertambah berat bila terkena penyakit influenza.

(aud)

(Visited 49 times, 1 visits today)
Kategori: Kesehatan

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*