Waspadalah! Anemia Berbahaya Bagi Ibu Hamil
BeritaPrima.com - Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI), Yustina Anie Indriastuti menyatakan gejala anemia berbahaya bagi ibu yang sedang hamil.
Anemia adalah berkurangnya jumlah sel darah merah atau kandungan hemoglobin di dalam darah. Hemoglobin (Hb) sendiri adalah suatu senyawa protein pembawa oksigen didalam sel darah merah.
“Seorang ibu hamil yang terkena anemia bisa mengalami pendarahan waktu melahirkan dan bayi lahir dengan berat badan rendah,” kata Yustina saat konferensi pers dalam rangka kampanye kesadaran publik “Indonesia Bebas Anemia” di Jakarta, Rabu (16/3).
Lebih lanjut, Yustina mengatakan, ibu yang sedang hamil dianjurkan untuk minum Tablet Tambah Darah (TTD). “Dianjurkan minum satu tablet setiap harinya,” ucap Yustina.
Dalam kesempatan yang sama, Yustina juga menyebutkan bahwa 35 persen wanita pekerja Indonesia mengalami penurunan kinerja yang diakibatkan oleh anemia. “Penurunan kinerja ini dapat mencapai hingga 20 persen atau bisa mencapai 6,5 jam perminggu,” katanya.
Ia menjelaskan bagi para pekerja yang aktif dengan kesibukannya sehari-hari, baik personal maupun profesional, menjalankan pola hidup yang sehat dengan mempraktekan pola makan bergizi seimbang menjadi suatu tantangan.
“Hal ini dapat meningkatkan risiko menderita anemia yang berdampak pada menurunnya produktivitas serta kurangnya perhatian terhadap keluarga,” tuturnya.
Menurutnya, gejala anemia yang pada umumnya dirasakan oleh penderita antara lain merasa pusing, mudah lelah, dan sulit berkonsentrasi.
“Pengaturan pola hidup sehat diperlukan untuk mengatasi anemia. Apabila tidak ditindaklanjuti akan membawa kepada kondisi anemia yang berkepanjangn dan nantinya lebih berbahaya,” ujarnya.
Kampanye “Indonesia Bebas Anemia” dicanangkan sebagai reaksi terhadap kurangnya pemahaman masyarakat terhadap anemia yang menyebabkan besarnya persentase penderita anemia di Indonesia.
Berdasarkan hasil penelitian oleh Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2013, proporsi prevalensi anemia di Indonesia sebesar 26,4 persen anak-anak, 12,4 persen laki-laki usia 13-18 tahun, 16,6 persen laki-laki usia lebih dari 15 tahun, 22,7 persen pada perempuan 13-18 tahun, 22,7 persen perempuan 15-49 tahun, dan 37,1 persen pada ibu hamil. (feb)

